*Hai bestie Madilsen!!!*
*_Malaikat di Langit Senja update part 44"_*
Kuy langsung ditap linknyaಥ_ಥ
https://www.wattpad.com/1160450642?utm_source=android&utm_medium=whatsapp&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=Angelg1204&wp_originator=12Z0H%2Bk%2Fz9znSGxoIpfuDKRsEcbHa%2B03NOQbDT3ls7CAtWVgY4T922QyaSXdZ83B06gLfn2%2FG2O940nO8WN6VDxgwi%2FouyenFbhKl6%2BLaSGEsvx5qbCSQNwqMqG7D9Kk
"Lo mau bantu mengurangi masalah gue, 'kan, Yo?" Adityo mengangguk cepat.
"Jauhi gue! Gue bakalan sangat-sangat berterimakasih sama lo, kalau lo menjauh dari gue. Karena itu akan sangat mengurangi masalah gue. Lo bisa bantu gue, 'kan?"
"Nggak. Itu bukan penyelesaiannya, By. Tolong, By ... aku bisa melakukan apa aja buat bantuin kamu, tapi jangan suruh aku buat jauhi kamu. Karena aku nggak akan bisa. Aku nggak mau cerita hitam kamu sama Kiki terulang lagi di kisah kita sekarang ini, karena kamu yang selalu pendam semuanya sendiri. Bagi beban di pundak kamu ke aku, By."
Gebby mengusap air matanya yang tak terasa luruh dalam keterdiamannya. Ia menatap kedua manik elang Adityo yang kini memerah menyiratkan kekecewaan dan keputus asaan yang begitu besar terhadap dirinya.
Gebby tersenyum pedih seraya menggeleng pelan. "Sayangnya gue nggak bisa ngelakuin itu, Yo. Gue nggak bisa bagi beban gue sama lo. Masalah gue, cukup jadi masalah gue. Dan lo! Lo cuma orang luar yang sama sekali nggak perlu tahu apa lagi ikut campur sama masalah gue. Sekarang lepasin tangan gue, sebelum mulut gue semakin nggak bisa gue kendalikan dan berakhir menyakiti perasaan lo."