Arisya-Ramadhan

Bab 19 up
          Spoiler:
          
          “Ini apa?”
          
          Mata Irina melebar. Itu adalah novel romansa yang tidak seharusnya ada di dalam tasnya. Sepertinya saat memasukkan buku dari atas meja belajar, novel itu ikut masuk.
          
          “Maaf, Kak. Itu…”
          
          “Nggak sengaja kebawa?” Gia membuka halaman-halaman novel itu dengan cepat dan malas. “Basi.”
          
          “Kak, santai aja dong,” sela Yuri. “Dia udah minta maaf. Kalau mau sita, sita aja.”
          
          ⛈️⛈️⛈️
          
          https://www.wattpad.com/1636974133?utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create_writer&wp_uname=Arisya-Ramadhan

Arisya-Ramadhan

BAB 18 up
          
          Spoiler bab:
          
          Irina segera maju ke dapur, namun langkahnya terhenti karena pergelangannya ditahan.
          
          “Lu mau kemana?” 
          
          “Bantuin, Tante, Kak.”
          
          “Bantuin gimana? lo lagi sakit gitu.”
          
          Irina mendengkus. “Kak, yang di perban kaki, tanganku masih baik-baik aja loh.”
          
          Vee menjitak pelan kepala Irina. “Lu keras kepala banget sih di kasih tahu. Udah sini.” Vee menarik Irina untuk duduk di sofa depan TV.
          
          https://www.wattpad.com/1636402049?utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create_on_publish&wp_uname=Arisya-Ramadhan

Arisya-Ramadhan

~Before You Become My Wound~
          
          Hujan selalu membuat Irina takut.
          
          Setelah kehilangan keluarganya dalam satu malam yang menghancurkan, Irina hidup bersama trauma dan rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar hilang. Sampai Vee menjadi satu-satunya tempat aman yang ia punya.
          
          Namun ketika hidup perlahan memaksa mereka saling menjauh, Irina bertemu Jay-lelaki yang tidak mencoba melindunginya dari dunia, melainkan mengajarinya cara bertahan menghadapi dunia itu sendiri.
          
          Untuk pertama kalinya, Irina mulai percaya bahwa dirinya mungkin masih pantas dicintai.
          
          Tapi bagaimana jika semua hal yang paling menenangkan dalam hidupnya... justru adalah hal-hal yang perlahan akan menghancurkannya?