Pernah menulis sebuah cerita tentang bagaimana 'Sang Puan' akhirnya mengungkapkan hal-hal mengenai perasaannya. Namun tidak bertahan lama karena cerita itu harus dihapus. 'Sang Puan' sadar tulisannya belum terlalu indah untuk dinikmati. Ohhh tapi itu bukan alasan yang sebenarnya. Tulisannya dihapus lebih kepada 'Dia' hanya ingin itu menjadi miliknya seutuhnya tanpa ada seseorang yang tahu.
Akun ini kembali. Dengan nama yang berbeda. Ingin mulai menulis lagi tentang 'Kapalnya yang karam' atau juga bisa dibilang 'Temboknya yang runtuh'
- JoinedOctober 15, 2015
Sign up to join the largest storytelling community
or