eliot_qiu

Vote ( semua ceritaku)
          Komentar 
          follow  
          ceritaku dulu nanti back bilang di wall  ( back semua , komentar,vote,folow)
          
          Ayo guys baca ceritanya seru-seru lohh
          
          Speed and love 
          https://www.wattpad.com/story/405299188?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=eliot_qiu
          
          To my store the series 
          https://www.wattpad.com/story/404988392?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=eliot_qiu
          
          

TeoriKata

Halo, Kak. Perkenalkan, aku Tika Rulin salah satu dari Pimred Teori Kata Publishing, apakah kakak ada planning untuk terbit buku / novel kak? Tika ingin mengajak kakak bekerjasama untuk menerbitkan karya tulisan Kakak ke dalam sebuah buku nih kak. Tika tertarik dengan tulisan kakak yang berjudul Lanazwa : Let's Start A New Story.
          
          Kakak bisa cek media sosial kami di Instagram, jika kemudian tertarik dengan penawaran terbit gratis dengan benefit royalti sampai 30%, bisa langsung balas chat ini atau hubungi aku via WhatsApp 6287-75202-0061 dengan menyertakan bukti screenshoot penawaran ini yaa^^ terimakasih banyak, have a blessed day!

serenadedie

Masih ae diterusin tuh orang. Ngatain orang nyari validasi, ah dia kali yang nyari validasi. 

solitoede

@ serenadedie  eh asli kak (maaf tbtb nimbrung) wkwk aku juga gemes bgt baca komennya sok mewakili seluruh Indonesia raya  aku pun juga punya banyak penilaian atas karya aul tapi ya karena aku gak beli bukunya dan aku gak merasa rugi apa pun ya udah sik wkek cerita begitu pasti ada target pasarnya dan yang jelas aku bukan salah satunya, lagian malu bgt ngaku berilmu karena bacaannya berkualitas tapi merendahkan bacaan orang lain, apa bener buku yang dia baca beneran bisa mengembangkan kinerja otak? Hahaha
Contestar

thepantherous

@ serenadedie  gue saranin, perbanyak baca buku. Buku-buku yang berkualitas dan mengembangkan kinerja otak. Banyak referensinya di internet karena best seller. Hope u get better after reading them. 
Contestar

thepantherous

—
          
          Ini sekadar pengingat dan teguran buat Lo (plus pencerahan), resapi omongan gue sampai Lo paham, jangan fa fi fu fa fi fu. 
          
          Di luar sana, anak-anak yang baru terjun ke dunia kepenulisan bersusah payah membayar orang yang mau kritisi karyanya, atau sekadar meminta pelajaran materi-materi literasi secara pribadi. Banyak yang patungan, bujuk senior, atau orang-orang yang dilihat mumpuni karena gak tahu cara mulainya. 
          
          Sekali lagi, gue gak cari validasi, tapi gue harap Lo ngerti komentar gue malam ini. Thanks me later. 

Aul_albirru

@ Lovelyara0  ah sorry, waktu itu aku lagi banyak acara dan kebanyakan dari mereka yang di x ke sini cuma meninggalkan komentar jahat jadinya aku blok supaya aku bisa fokus dulu ke acara aku sampai akhirnya ceritanya yang aku hapus. Sekali lagi maaf, aku sampai blok kamu karena aku sendiri kurang teliti membedakan komen dan asal blok. Tapi, kritik dan saran yang aku terima lewat dm ig semuanya aku baca dan respons, untuk kritik tapi dengan ketikan jahat mohon maaf cuma aku baca aja. Sekali lagi maaf udah blok akun kamu
Contestar

Lovelyara0

@ Aul_albirru  "semua kritik akan aku terima" tapi kok akun ku di block?. Btw aku ga kritik kakaknya aku cuman komen "kesini gara² twitter" dan aku di block, kaya gitu tuh nerima kritik ya?
Contestar

Aul_albirru

@ rumorcollector  sekali lagi aku juga berterima kasih banyak atas kritik kamu dan semuanya, aku akan berhati-hati lagi dalam menulis dan terus belajar. Semua kritik yang kalian sampaikan akan aku terima dengan senang hati
Contestar

thepantherous

Semoga Lo juga fans Lo bisa mengkoreksi diri, bukannya gue meminta validasi, tapi komentar gue di wall Lo masih termasuk ringan, enteng, halus dan nggak langsung was wes wos kritisi sampai akar-akarnya. Kalau Lo ketemu penulis, sastrawan atau editor senior, mungkin Lo bakal lebih kaget lagi. Dunia kepenulisan itu sulit di dalam, karena memang dunia seni. Gue bukan editor senior meskipun menggeluti literasi sejak 2013, gak juga punya niat nulis serius sebagai penulis, gue cuma orang yang suka-suka ngambil job. Makanya gue spill sedikit-sedikit problematika buku Lo lewat reply gue ke beberapa orang yang pro/kontra dengan komentar gue (dan gue harap Lo membaca itu semua sebagai cerminan diri, sekali lagi, loh, ya), takutnya, nanti kredibilitas komentar gue dipertanyakan lagi kalau kritisnya keterlaluan (dalam konteks, blak-blakkan tanpa menambah-kurangi) karena komentar gue di bawah aja langsung disabet 'jahat' sama orang. LOL. 
          
          Intinya, Aul, gue harap Lo koreksi diri. Dan bahas ini ke penerbit Lo, supaya bisa rembukan. Penerbit gak bisa lepas tangan gitu aja, apalagi bandrolan dari mereka (kata Lo, dan Lo nggak tahu, yakan?). 
          
          Rekam jejak penulis 'menulis apa saja' itu juga berbahaya, apalagi kalau Lo udah cukup dewasa (gue nggak dalam rangka menuakan diri sendiri) dan turun ke konfrontasi lebih terjal semacam bahasan isu politik atau sosial. Lo bisa dipertanyakan omongannya, mindsetnya, dan sebagainya. Dan percayalah, ini gak enak kalau suatu saat Lo mau membesarkan nama. 
          
          Nama jelek karena karya nggak berkualitas itu lebih repot daripada nama jelek karena Lo dianggap problematik di media sosial oleh orang-orang, percaya deh, karena contohnya ada. Sebut aja Tere Liye. Dia kritis, karya-nya angkat genre yang mampu bikin pembaca nagih. Padahal di media sosial, dia sering bikin kontroversi sejak dulu. 
          
          —