Di bawah langit malam yang tampak tenang, alam semesta tidak pernah benar-benar diam. Ia terus bergerak-mengembang tanpa henti, berputar dalam keteraturan yang nyaris sempurna, dan menyimpan hukum-hukum yang belum sepenuhnya dipahami manusia.
Bintang-bintang yang berkelip di kejauhan hanyalah sebagian kecil dari kosmos yang luas. Cahaya yang terlihat malam ini bukanlah cahaya baru; ia telah menempuh perjalanan jutaan, bahkan miliaran tahun. Tanpa disadari, setiap manusia yang menatap langit sebenarnya sedang melihat masa lalu.
Bagi kehidupan di Bumi, dunia terasa begitu besar. Lautan membentang, daratan dipenuhi peradaban, dan langit seolah menjadi batas segalanya. Namun di antara miliaran galaksi, Bumi hanyalah titik kecil-mengorbit bintang biasa di sudut alam semesta.
Segala sesuatu tunduk pada hukum yang presisi. Gravitasi mengikat tanpa terlihat. Waktu dapat melengkung. Energi tidak pernah benar-benar hilang, hanya berubah bentuk.
Di tengah keteraturan itu, manusia hadir.
Makhluk kecil yang rapuh, namun memiliki kesadaran untuk bertanya. Tentang asal-usul, tentang tujuan, tentang sesuatu yang jauh melampaui dirinya.
Dan mungkin, justru karena manusia begitu kecil di hadapan semesta yang tak berbatas, setiap mimpi, setiap langkah, dan setiap pencarian makna... menjadi jauh lebih berarti.
Namun tidak semua hal di alam semesta mengikuti hukum yang dikenal.
Di suatu tempat yang jauh, sesuatu mulai muncul.
Sesuatu yang tidak seharusnya ada
- JoinedFebruary 19, 2026
Sign up to join the largest storytelling community
or
Story by BangArix_622
- 1 Published Story
petualangan sang kapten
136
12
6
Dunia ini terasa lengkap, seolah tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan. Namun semakin lama aku hidup, semak...