BelladonnaTossici9

"Aku tahu batasanku," jawabku santai. "Aku nggak akan menentang aturan keselamatan, tapi aku juga nggak akan diam kalau diperlakukan seperti barang antik yang harus disimpan di lemari kaca. Aku butuh ruang, tapi aku tahu kapan harus berhenti. Selama aku nggak dikurung, Mas Dewa nggak akan punya masalah denganku."
          	Mas Dewa menatapku lama, nyaris seperti sedang membaca peta cuaca di pikirannya sendiri. "Dan kalau saya menilai batasmu terlalu tipis?"
          	Aku tersenyum tipis. "I trust you. Why don't you trust me in return? Coba Mas Dewa belajar percaya instingku seperti aku belajar membaca nada suara kamu."
          	Ada jeda di antara kami. Sunyi, tapi bukan dingin lebih seperti dua kekuatan yang sedang menyesuaikan tekanan agar tidak saling menghancurkan.
          	Akhirnya, Mas Dewa menarik napas panjang. "Negosiasi diterima... dengan catatan."
          	Dewa Vita up!
          	https://www.wattpad.com/1639539367-turbulent-drift-bab-38-negosiasi-ulang

BelladonnaTossici9

"Aku tahu batasanku," jawabku santai. "Aku nggak akan menentang aturan keselamatan, tapi aku juga nggak akan diam kalau diperlakukan seperti barang antik yang harus disimpan di lemari kaca. Aku butuh ruang, tapi aku tahu kapan harus berhenti. Selama aku nggak dikurung, Mas Dewa nggak akan punya masalah denganku."
          Mas Dewa menatapku lama, nyaris seperti sedang membaca peta cuaca di pikirannya sendiri. "Dan kalau saya menilai batasmu terlalu tipis?"
          Aku tersenyum tipis. "I trust you. Why don't you trust me in return? Coba Mas Dewa belajar percaya instingku seperti aku belajar membaca nada suara kamu."
          Ada jeda di antara kami. Sunyi, tapi bukan dingin lebih seperti dua kekuatan yang sedang menyesuaikan tekanan agar tidak saling menghancurkan.
          Akhirnya, Mas Dewa menarik napas panjang. "Negosiasi diterima... dengan catatan."
          Dewa Vita up!
          https://www.wattpad.com/1639539367-turbulent-drift-bab-38-negosiasi-ulang

BelladonnaTossici9

Aku tergugu di matras. Aku sudah membaca banyak buku seks. Aku sudah membaca apa yang menjadikan malam pertama tak terlupakan. Aku sudah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk bersama walau singkat saja dengan laki-laki pilihanku.
          Mas Dewa pasti menganggapku murahan. Semua orang sepertinya berpikir begitu. Di setiap acara gala dan pesta, mereka bisik-bisik di belakangku, tertawa kecil, seolah aku hanya noda yang tidak bisa dibersihkan. Aku putri Suvarnapati tapi perilakuku lebih liar daripada anak orang kurang didikan. Aku sudah terbiasa dihina. Namun, rasanya sakit juga.
          Aku hanya ingin memiliki pilihan. Sekali saja. Selama ini aku berteriak agar mereka tidak semena-mena. "Ini tubuhku. Ini hidupku. Ini hatiku." 
          
          DEWA DAN VITA BALIK LAGI. BAB 37 TURBULENT DRIFT SUDAH UP!
          https://www.wattpad.com/1638100966-turbulent-drift-bab-37-milikku-sekali-saja

stisrah6

Yth. BelladonnaTossici9, 
          
          Perkenalkan, saya Siti Sarah, editor akuisisi di Littera Publisher. Saya telah membaca karya Anda di Wattpad berjudul “Turbulent Drift” dan menilai bahwa tulisan tersebut memiliki kualitas menarik dan inspiratif, sehingga berpotensi untuk diterbitkan secara profesional.
          
          Sehubungan dengan hal tersebut, saya ingin mengundang Anda untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kemungkinan penerbitan karya ini melalui Littera Publisher.
          
          Apabila berkenan, Anda dapat menghubungi saya melalui:
          
          WhatsApp: 0895-3970-02300
          
          Email: stisrah6@gimail.com
          
          Demikian undangan ini saya sampaikan. Besar harapan saya untuk dapat menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan Anda.
          
          Hormat saya,
          Siti Sarah
          Editor Akuisisi – Littera Publisher

BelladonnaTossici9

@ stisrah6 Yth Siti Sarah, 
            
            Untuk sementara saya fokus di menerbitkan karya secara online. Terima kasih atas tawaran kerjasama dari Littera Publisher. 
            
            Semoga di masa depan kita bisa berkolaborasi. 
Reply