BelladonnaTossici9

BelladonnaTossici9

RES IPSA SUDAH UP BAB 15-16 MENEMANI KAMU NGABUBURIT
          
          “Anda jangan main-main. Mbak Jesselyn tidak punya kekasih, tunangan apalagi calon suami.” Alham tetap ngotot. Yah, Pak Menteri sempat bertanya sebelum menggauliku, apakah aku punya pacar. Aku jawab sejujurnya, tidak.
          “Jadi Anda tidak percaya?” Vadiem mengulas senyum berbahaya. Tanpa aba-aba dia mengangkat daguku. Sentuhannya membuatku tercekat justru karena tidak terburu-buru. Jemarinya naik perlahan ke rahangku, menahan wajahku dengan tekanan yang tegas tapi penuh kendali, seolah dia sedang menimbang sesuatu yang berharga, bukan sekadar mengambil. 
          
          https://www.wattpad.com/1612874277-res-ipsa-bab-15-figura-protectiva

BelladonnaTossici9

“Apa itu?” tanyaku.
          “Buka aja,” katanya singkat.
          Aku ragu, tetapi rasa takut yang lebih besar mendorong tanganku untuk bergerak. Aku membuka ikatan plastik itu, dan bau logam yang tajam langsung menyeruak. Pandanganku berkunang-kunang ketika aku melihat isi di dalamnya. Sesuatu yang seharusnya tidak berada di kantong kresek dapur, sesuatu yang membuat tenggorokanku tercekat dan lambungku bergejolak. Aku menutup mulut, menahan muntah, kakiku melemas.
          “Ci, kamu udah gila apa?!” suaraku bergetar, campuran antara ngeri dan marah. Sumpah, aku tidak menyangka Ci Tasia akan melakukan hal senekat ini.
          DUA BAB LANGSUNG UNTUK HARI INI. RES IPSA BAB 8 SUDAH UP!
          https://www.wattpad.com/1611077605-res-ipsa-bab-8-trauma-cumulativa

BelladonnaTossici9

“Kalau sama saya, mau kan, Mas?” suaraku dibuat manja, hangat, profesional.
          Semua mata beralih. Tatapan Pak Menteri menelusuri dari sanggul sampai tumit, menimbang seperti menilai kualitas barang impor.
          “Kamu?”
          “Iya, Mas,” jawab lembut. “Saya jelas lebih jago daripada dia.”
          Kak Vita menahan napas. “Jess…”
          Gelengan kecil cukup. Tidak apa-apa. Tidak pernah apa-apa. Aku berharap menemani tamu Prancis, tapi demi anak itu, aku rela.
          “Hm,” dengusnya. “Yang tadi masih bening. Kamu kelihatan…” Pak Menteri yang malam ini lupa anak istri melirikku seperti barang di pasar lelang. “Nggak fresh.”
          Baiklah, dia menyamakanku dengan ikan segar di pasar swalayan. Tidak fresh katanya, seakan aku ini komoditas konsumsi hampir kadaluwarsa.
          Kutepis rasa tersinggung, senyum kulebarkan. “Tapi saya tahu caranya bikin bapak keluar berkali-kali,” suaraku mendayu merayu.
          Tawa pendek keluar dari mulut pria itu. “Berani juga kamu.”
          Ujung jariku menyentuh dadanya sebentar, cukup lama untuk menyampaikan pesan bahwa aku tidak akan mengecewakan. “Pengalaman itu mahal, Mas. Tapi hasilnya nggak bikin nyesel.”
          Pak Menteri tiba-tiba menjambak rambutku.
          “Pak!” Kak Vita memekik. Aku melihat Vadiem sudah berdiri. Jangan sok jagoan. Aku butuh uang.
          “Ah, Mas suka main kasar ya?” Aku tersenyum menahan sakit yang menjalari kulit kepala.
          “Kuat kamu?”
          Aku mengangguk pasti, “Kuat banget, Mas.”
          “Nggak bakal gemetaran kayak dia?” tanya Pak Menteri.
          “Nggak dong… Dijamin Mas nggak akan kecewa.”
          “Ya sudah. Dia saja,” katanya pada Kak Vita.
          “Baik, Pak.”
          Dan aku pun dibawa melintasi pintu gelap kayu yati.
          
          Vadiem – Jesselyn nemenin pagi kamu yang mendung.
          Res Ipsa Bab 6 sudah up!
          https://www.wattpad.com/1608152837-res-ipsa-bab-6-internalis-oppressio