Bocester

Gua baru menonton era dari Jepang pake pedang ke era modern. Gua mendapati mungkin cerita gua akan lebih mengecewakan banyak orang dari yang diduga. Gua mendapati alat masa lalu dari era 1900, 1800 akan menemukan diri berguna bagi 10 negara. Tadi gua cek alat apa yang Indo paling mungkin akan tetap impor 2032, ternyata masih ada sistem hidrolik bertekanan ekstrim, lainnya. Jadi, karena lebih baik daripada tidak, alat generasi sangat selanjutnya terpaksa diproduksi seperti eskavator uap. 
          	
          	 Rencananya gua bikinin plot bagi para pelajar yang malas belajar, hukumannya mereka akan pake alat ketinggalan zaman itu, berharap populasi pemalas belajar, budaya malas turun drastis. Para murid yang kesalahannya lebih parah akan dihukum demikian tapi lebih parah, mereka akan digantikan oleh anak-anak rajin tidak mampu sekolah, orang tua mampu bayar dari murid malas sekolah itu terpaksa harus membayar murid rajin lain yang bukanlah anak mereka, melanggar akan dihukum.
          	
          	Menurut kalian gimana? Ini aman, kan gua taruh di cerita yang akan rilis? Kesimpulannya ada bagian negara abad 21 sekelas Indonesia yang harus ketinggalan zaman dari Dfiakxi, Hardelos, negara lainnya. Alat-alat ketinggalan zaman ini lebih cepat menyebar. Papua salah satunya. Permisalan daerah timur Indonesia berhasil kena blokade laut, kesempatan selamat, bertahan lebih tinggi.

Bocester

@ Rizkyputrar  Terima kasih pendapatnya
Reply

Rizkyputrar

@ Bocester  kata kunci: harusnya. Why? Jujur aja, Orang-orang yang baca atau mungkin nonton animenya kalau misal nya amin terjadi bakal terasa aneh.... 
Reply

Bocester

@ Bocester  maksudnya 'aman kah' itu gua nggak bakal kena masalah, kan?
Reply

Bocester

Gua baru menonton era dari Jepang pake pedang ke era modern. Gua mendapati mungkin cerita gua akan lebih mengecewakan banyak orang dari yang diduga. Gua mendapati alat masa lalu dari era 1900, 1800 akan menemukan diri berguna bagi 10 negara. Tadi gua cek alat apa yang Indo paling mungkin akan tetap impor 2032, ternyata masih ada sistem hidrolik bertekanan ekstrim, lainnya. Jadi, karena lebih baik daripada tidak, alat generasi sangat selanjutnya terpaksa diproduksi seperti eskavator uap. 
          
           Rencananya gua bikinin plot bagi para pelajar yang malas belajar, hukumannya mereka akan pake alat ketinggalan zaman itu, berharap populasi pemalas belajar, budaya malas turun drastis. Para murid yang kesalahannya lebih parah akan dihukum demikian tapi lebih parah, mereka akan digantikan oleh anak-anak rajin tidak mampu sekolah, orang tua mampu bayar dari murid malas sekolah itu terpaksa harus membayar murid rajin lain yang bukanlah anak mereka, melanggar akan dihukum.
          
          Menurut kalian gimana? Ini aman, kan gua taruh di cerita yang akan rilis? Kesimpulannya ada bagian negara abad 21 sekelas Indonesia yang harus ketinggalan zaman dari Dfiakxi, Hardelos, negara lainnya. Alat-alat ketinggalan zaman ini lebih cepat menyebar. Papua salah satunya. Permisalan daerah timur Indonesia berhasil kena blokade laut, kesempatan selamat, bertahan lebih tinggi.

Bocester

@ Rizkyputrar  Terima kasih pendapatnya
Reply

Rizkyputrar

@ Bocester  kata kunci: harusnya. Why? Jujur aja, Orang-orang yang baca atau mungkin nonton animenya kalau misal nya amin terjadi bakal terasa aneh.... 
Reply

Bocester

@ Bocester  maksudnya 'aman kah' itu gua nggak bakal kena masalah, kan?
Reply

Bocester

Gw perlu pendapat kalian mengenai ini, guys, karena ini akan gw taroh di cerita gw di masa depan. Gw yakin akan kena respon kuat.
          
          Pertahanan kita di Indonesia timur itu jelek parah. Begini gw sebagai orang Indonesia timur melakukan analisa membayangkan pasukan Amerika serikat WW2 menyerang Papua Indonesia 2026 di mana misalnya pasukan musuh tahu betul kemampuan Indonesia, pertarungan 1 lawan 1, Badan Intelijen Indonesia gagal mendeteksi niat. Jika pertempuran udara terjadi misal 500 pesawat tempur dan 500 pembom datang, kita sudah porak-poranda, mayoritas kota Papua, dan infrastruktur sipil dan militer tidak punya pertahanan udara mau itu mereka terbang rendah tidak terdeteksi radar maupun sudah terdeteksi radar sejak awal. Bila pun pesawat tempur dikirim, itu harus datang jauh-jauh dari luar Papua, sudah sampai, sudah terlambat, musuh pergi. Sepengalaman kami orang Indonesia timur, memang ada pesawat tempur, penempatannya tidaklah permanen. Jika pun ada, jumlahnya terbatas, jumlah amunisi terbatas. Musuh palingan akan menggunakan taktik menyebar supaya lebih sedikit yang ditembak jatuh. Andai kata 32 pesawat tempur Indonesia sudah siap menghadapi, palingan harus dipastiin tidak membuang sebanyak mungkin rudal, jatuhkan sebanyak mungkin, jangan jatuhkan semua, tunggu donasi pembelian dari luar dulu. Andai kata pertahanan kita bagus sejak awal dengan lebih banyak radar, AWACS, industri rudal mandiri, industri militer bagus di Papua, dan sebagainya kemungkinan semua pesawat itu sudah rontok ke laut. 
          
          Menurut kalian?
          
          

Bocester

@Elhanggra  juga ini kan yang baru dimaksud itu perang udara
Reply

Bocester

@Elhanggra  terima kasih komentar. Kan udah saya bilang permisalan jika mereka tau semua tentang indo. Perang atrisi udara sangat dibenci 
Reply

Elhanggra

@Bocester yang perlu di tekankan adakah jika Amerika ww2 walaupun teknis negara kuat, mereka kurang dalam persenjataan modern layaknya ATGM dll.
            
            Mungkin awalnya jatuh sebagian, tapi jet Indonesia mampu mempertahankan air supremacy (mengingat amerika kaget ketika melihat ME-262) ditambah jet gen 4 sudah kebih ulung daripada gen 1,itu segi power amerika menang mungkin bisa tapi mereka suffer from catastrophic casualties. 
            
            + mengingat KKB mungkin mereka juga bakal ikut lawan amerika buruk lah adaptasi amerika, dikota lawan senjata teknologi tinggi, di hutan lawan gerilya yang make AR. 
            
            Itu menurutku
Reply

Bocester

Novel prototipe dan Beta LN yang gw buat terbukti  berguna banget jadi bahan pembelajaran. Gw nyimpulin nih bahwa tindakan gw udah pada tepat sasaran meringankan otak para pembaca yang pemula atau bahkan tidak pernah tahu betul hal militer, yaitu tidak menyebut atau jarang menyebut nama amunisi, cantelan. Contoh, amunisi 20 mm yang HE, gw cuma sebut HE aja, namanya nggak. Jadi, bisa dikatakan gw beri ruang waktu istirahat. Bila pun nama palingan itu jarang sekali. Menurut kalian gimana ini metodenya supaya otak mereka pada kurang pusing tidak seperti kita yang pada udah biasa sekali?

Bocester

@Elhisya  gw udah usahain yang terbaik. Terima kasih mau membantu
Reply

Elhisya

@ Bocester  well kan udah ku saranin dari dulu kalo memang ceritamu memang perlu disederhanakan dan tidak terlalu kompleks agar mudah untuk dibaca
Reply

Bocester

@ Bocester  Sorry, resmi tutup. Gw tinggalin di sana supaya orang-orang masa depan bisa masuk, lakuin perbandingan setelahnya. Penting buat data kerja gw juga
Reply

Bocester

Hi, semua, selamat pagi. Mau tanya nih berhubung lagi proses revisi. Apa pendapat kalian soal first person perspective, layar bergerak yang ada di cerita? Haruskah dihapus? Ribet? Membingungkan? Atau keren?

Rifky55_

@ Bocester  apalagi rapat presiden itu paling gak penting bisa langsung skip 
Reply

Bocester

@ Rifky55_  Saran akan dipertimbangkan. Saran lo sebelumnya bagus soal fokus ke laut juga kala itu, mempengaruhi sekali bab terbaru dulu
Reply

Bocester

@Rifky55_  pendapat bagus. Terima kasih. Saya analisa dulu
Reply

Bocester

Moga drone Kizilelma 60 unit dibeli. Produksinya di Indo. Udah pada senyum-senyum gw.

Bocester

@ 18_MUHAMMADBHANUFASH  Betul juga. Tapi ya lebih baik dapat daripada nggak dapet
Reply

18_MUHAMMADBHANUFASH

@ Bocester  jangan senyum senyum dulu bang, ane kurang yakin nih pembelian benar benar sampai 60 unit bisa aja kedepannya di turunin jumlahnya 
Reply