zea_icelove

HALOOO!! Permisi!
             Akuu izin promosi fanfic ku disini yaaaa!
          
             Rumah Berpulang :
          
          Bagimana rasanya kehilangan satu satu nya keluargamu? Menyakitkan pasti. Itulah yang dirasakan oleh ice, orang tersayang nya selalu direnggut oleh maut. Ice bertanya dalam batin nya. Kenapa harus aku yang merasakan ini? Kenapa? Harus kah aku?
          
          
          Tertarik?? Ayo baca!! Semoga sukaa!! Maaf ya kalo ketikannya amburadul, akuu masih pemulaaa!!! ;3 
          
          Link book : https://www.wattpad.com/story/408096650?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=zea_icelove
          

Naura_Lavendula

Haiii, maaf mengotori wallmu, izin promosi ya. Terimakasih
          
          
          "Aku masuk Islam bukan karena cinta di antara sesama kita, seperti apa yang kamu rasakan padaku," ujar sang gadis berdarah Belanda-Indonesia dengan mata bergetar menahan rasa. Tapi takdir telah menenun jalan yang tak disangka-jalan menuju cahaya, bukan sekadar karena getaran hati.
          
          Di perkampungan Sungai Ujung pada tahun 70-an, pertemuan antara [Name] van Hassel, seorang gadis remaja dari keluarga bangsawan campuran Belanda-Indonesia, dengan Gempa Alamsyah, pemuda terpandang yang taat dan bijak, menjadi titik mula dari pergolakan batin yang tak biasa. [Name], yang sejak kecil hidup dalam limpahan duniawi, justru merasa hampa dalam rohnya. Dan pada suatu siang di tepi sungai, saat seekor kucing mati menjadi saksi, keduanya dipertemukan oleh takdir yang sederhana tapi mendalam.
          
          Ia bukan jatuh cinta karena pujian atau perhatian-melainkan karena ketenangan Gempa yang mengakar dalam iman. Dan saat keraguan menggelayuti niatnya menjadi seorang muslimah, Gempa pun berkata lembut:
          
          "Tapi kamu butuh seorang kekasih untuk membimbing engkau ke surga, maka aku bersedia menjadi pembimbingmu. Kecintaanku."
          
          Sebuah kisah tentang keyakinan, pencarian makna, dan cinta yang tidak mendahului iman, namun tumbuh bersamanya-seperti bunga di tepi sungai yang mengalir perlahan, disiram hujan dari langit yang satu.
          
          https://www.wattpad.com/story/400391200?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Kogitsune_Mizuki