Penyesalan memang datang di akhir ya, walau ini memang hanya masalah kecil sih. Tapi aku terlalu melampau semalam dan sialnya aku teruskan hingga pagi ini.
Saat ku pikirkan lagi ternyata itu tak ada artinya, aku masih terlalu egois ternyata. Lupa bahwa aku sebenarnya masih perlu orang lain.
Sebaiknya aku harus meminta maaf, entah alasan bagaimana tapi memang salahku.
Penyesalan memang datang di akhir ya, walau ini memang hanya masalah kecil sih. Tapi aku terlalu melampau semalam dan sialnya aku teruskan hingga pagi ini.
Saat ku pikirkan lagi ternyata itu tak ada artinya, aku masih terlalu egois ternyata. Lupa bahwa aku sebenarnya masih perlu orang lain.
Sebaiknya aku harus meminta maaf, entah alasan bagaimana tapi memang salahku.
Oh iya aku lupa menuliskan nya.
Kemarin, ketika hampir mendekati hari natal adalah hari dimana dia sudah menambatkan hatinya kepada orang yang tepat.
Aku turut bahagia, tidak ada rasa benci ataupun sebal sedikitpun.
Bahkan senyum ku pun tidak kubuat palsu, semoga begitu ku harap. Tapi percayalah aku benar-benar turut bahagia.
Karena memang harus seperti itu pengakhirannya. Walau memang aku si pengecut yang tidak pernah sedikitpun berani meluahkan apa yang ada di hati ini.
Yaah hari ini, sampai di titik ini
Entah kapan hal yang dinantikan oleh semua orang akan terjadi pada diriku, entahlah
Banyak do'a yg diucapkan padaku, namun aku sadar diri, mustahil sekali dengan keadaan seperti ini akan sampai pada titik tersebut
Ku aamiin kan saja doa-doa mereka, entah kapan akan terjadi
Harapanku semoga lekaslah terjadi
Tuhan terima kasih, sepertinya sejak aku mengetahui kabar itu mungkin saja itu adalah pertanda bahwa saatnya untuk diriku berhenti mengharapkan tentang dia.
Ku biarkan saja rasa tenggelam dan menghilang sendirinya, walau sebetulnya memang hal itu sudah mulai sirna perlahan.
Ham yang ngedukung lu masih ada, yg masih peduli sama lu masih banyak
Walau itu cuma sekedar ucapan semangat yg tulus atu nggak, setidaknya ada orang lain yang mau ngasih semangat ke lu!