Di tengah hiruk-pikuk stasiun kota yang dingin, dua orang duduk berdampingan di bangku tunggu tanpa saling menyapa, terjebak dalam status sebagai perfect strangers. Meskipun bahu mereka nyaris bersentuhan, mereka adalah dua dunia yang berbeda; masing-masing membawa rahasia, luka, dan harapan yang tak terucap. Dalam keheningan itu, mereka hanyalah sekilas wajah yang akan segera terlupakan, membuktikan bahwa terkadang, seseorang bisa berada sangat dekat secara fisik namun tetap menjadi orang asing yang paling jauh di mata satu sama lain.
- JoinedJanuary 20, 2025
Sign up to join the largest storytelling community
or