Bulan ini banyak kejadian yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Dari aku yang sakit sampai harus dibawa ke RS dan dokter spesialis kandungan.
Lalu, saat tiba2 suami bertanya:
"Gimana kalau kita gak bisa punya anak, Yank?"
Aku terdiam sambil berpikir, "Pasti kamu mau kawin lagi, kan?"
Dia ikut terdiam kemudian terkekeh, "Pasti kamu nangis."
"Yaiyala," sahutku sambil memalingkan muka, kamudian aku berpikir dan di dalam kepalaku memutar kata-kata yang sangat mengguncang perasaanku. Aku terlalu egois jika seperti itu. Aku kembali berkata, "Aku izinkan kamu nikah lagi jika memang kekurangan itu ada padaku."
Dia menjulurkan tangan dan menjabat tanganku, "Bener ya. Kamu izinin aku nikah lagi?"
Aku hanya mengangguk. Beberapa detik kemudian aku menyesali ucapanku dan air mata ini terus mengalir.