ZahraaNxb

hai.. izin promosi ya kak.. 
          
          Cerita ini tentang cewek yang ngerasa hidupnya selalu stuck di tempat. Saat maju satu langkah, Tapi akan mundur lagi beberapa langkah, Selalu begitu. 
          
          
          Rumahnya diam dan tenang. Terlalu tenang sampai sampai setiap anggota keluarga di dalamnya menyimpan lukanya masing-masing.
          
          Dan untuk soal percintaannya. Dia sadar ada seseorang yang menyukainya tapi dia yang terlambat sadar akan perasaannya sendiri sampai sampai dia memilih untuk mengikhlaskan. 
          
          Dan juga seseorang yang selalu ada di belakangnya, tanpa dia sadari-
          
          >Learning to live<
          https://www.wattpad.com/story/413826894?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=ZahraaNxb

nadiranadiraRH

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice