Gue natap langit siang yang silau. Biru pucat. Hamburan Rayleigh, gumam otak gue otomatis.
Orang lain liat langit dan ngerasa kecil. Gue liat langit dan ngerasa... masuk akal. Di atas sana, semuanya patuh sama hukum fisika. Gak ada drama, gak ada kepalsuan, gak ada "kata orang". Bintang meledak ya meledak aja, gak perlu bikin klarifikasi di Instagram Story.
"Oke, Semesta," batin gue sambil benerin tas ransel yang talinya udah agak brudul. "Lo mau main-main sama gue? Let's dance."
Mungkin ini saatnya gue berhenti jadi pengamat doang. Mungkin ini saatnya si "Anomali" ini mulai mengacaukan orbit mereka yang udah terlalu teratur. Gue Haikal. Dan ini cerita tentang gimana gue kesasar di jalan yang bener, cuma gara-gara gue terlalu jago memperhatikan hal-hal yang gak penting.
Ayo baca cerita Haikal di : https://www.wattpad.com/story/407214308