Dulu aku nulis Bitter and Salty waktu lagi masa2 kritis dalam hidup, bapak sakit, keuangan keluarga buruk, nyambi kerja, ngerjain skripsi, tambah tiap malem dengerin bapak kesakitan, dan aku didiaknosa depresi.
Tapi anehnya adalah, itu masa2 otakku encer banget, kalo digambarin, otakku kaya perpustakaan, di mana semua yg pernah aku pikir atau aku baca tersusun rapi seperti buku-buku di rak, dan bisa aku ambil lagi dengan cukup mengingat 1 kalimat inti, seperti kita baca blurb, dan aku akan ingat seluruh alur pemikiran dan bacaan sebelumnya, sama persis, atau lebih baik.
Waktu itu juga, setiap aku nulis chapter, di otakku semua adegan tergambar detail, semua suasana, obrolan para npc, suhu, aroma, nada, ekspresi, sebab-akibat, dan lain-lain.
Ada kalanya aku takut banget Nera mati waktu dia nyentuh dimethylmercury karna emang seberbahaya itu, padahal aku yg nulis. Saking detailnya bayanganku tentang cerita itu bisa dibilang yg aku tulis cuma 40% dari yang seharusnya, karna pertimbangan bahwa ceritanya akan terlalu dark.
Setelah aku minum obat yang dosisnya dinaikin, aku merasa bodoh :'D, jajaran 'buku' itu udah ga ada lagi, setiap adegan terasa kosong, setiap trope ga ada lagi 'nilainya'.
Dan yah, nulis enggak seseru sebelumnya :)