Sejak tragedi di dapur rumah keluarga Bayu, keheningan menjadi penghuni tetap di setiap sudut ruangan.
Tidak ada lagi tawa, tidak ada aroma masakan yang menenangkan, hanya sepi, dingin, dan bayangan masa lalu yang menolak pergi.
Namun, di tengah duka itu, ada satu sosok yang tampak paling tenang: Dimas, anak kecil berwajah polos yang seolah tak terguncang oleh apa pun.
Perlahan, hal-hal aneh mulai terjadi.
Suara dari dapur di tengah malam, benda yang berpindah tempat, dan bisikan-bisikan samar yang membuat setiap orang di rumah itu mulai saling curiga.
Satu per satu, keyakinan mereka pada logika mulai retak digantikan oleh ketakutan.
Dan di balik semua itu, Dimas tersenyum lembut.
Baginya, ketakutan hanyalah permainan kecil, dan rumah itu hanyalah panggung tempat ia belajar satu hal penting:
bahwa rasa bersalah bisa menjadi senjata yang lebih mematikan daripada pisau apa pun.
BLOOD IN SILENCE chapter 0.7 update!!
Enjoy.. And happy reading
https://www.wattpad.com/story/400226639