Semestinya aku tidak perlu merobek rasa penasaran yang membuatku terbuai dalam dongenganmu. Kamu adalah penyesalan paling berengsek yang mengobrak-abrik kedamaianku.
Kamu tidak akan lagi hidup dalam detak jantungku. Aku pernah hidup tanpamu. Kamu baru hadir ketika matahari terbit. Kamu tidak hilang karena kamu lahir dari ketiadaan. Aku memang selalu sendiri.
Aku sudah menemukan akhir dari persimpangan jalanku. Aku tidak akan pernah memelukmu dengan sulaman kerinduan. Aku juga tidak akan menjumpaimu dalam mimpi, tidak...bahkan dalam mimpimu kita tidak akan berjumpa lagi.