Eatmenoonath

Aku tegaskan yah, siapun yang berani menulis ulang (plagiat), menyalin, atau apapun bentuknya terhadap semua karya ku..
          	
          	Aku tidak akan segan untuk menuntut yah, jadi jangan main-main. Jangan terlalu lincah jari-jemari itu mencuri hak orang hanya untuk kepentingan mu sendiri 

NaylaSafitri27

@ Eatmenoonath  nah siapa yg berulah, hargai karya orang dgn vote dan komen bukan dengan jadi plagiat ataupun ngambil karya orang buat bhan sendiri atau lainnya.. 
          	  Kan setiap penulis itu untuk bikin cerita ga langsung muncul alurnya dan asal nulis kan kudu mikir juga. 
          	  
          	  Kalo ada yg nyalin karya Kk berhak dituntut kak, aku mendukungnya 
          	  Buat kak eatme jaga kesehatan, cepat sembuh lopyu kak
Reply

Elyrayuen_

Halo Kak, izin promosi ya.
          
          Menikah seharusnya menjadi awal kebahagiaan. Janji seumur hidup yang diucapkan dengan cinta dan harapan.
          
          Namun bagi Lalisa Shen,  pernikahan justru menjadi awal dari mimpi buruk.
          
          Hari ini ia berdiri di altar sebagai pengantin wanita. Gaun putih mahal membalut tubuhnya dengan sempurna, wajahnya cantik tanpa cela. Namun tatapan matanya kosong. Tidak ada cinta. Tidak ada bahagia. Hanya rasa sesak yang terus menekan dadanya.
          
          Karena pria yang akan ia nikahi adalah pria yang paling ia benci.
          
          Zhao Mingyu.
          
          Pria sempurna di mata dunia. Tampan, berkuasa, kaya, dan ditakuti. Pemimpin Zhao Group yang namanya selalu disebut dengan kagum. Namun bagi Lalisa, Zhao Mingyu adalah kehancuran yang datang dengan senyum dingin.
          
          Ia tidak memilih pernikahan ini. Ia dipaksa. Perusahaan ayahnya hancur, utang menumpuk, dan Mingyu muncul sebagai penyelamat. Dengan satu syarat. Lalisa harus menjadi istrinya.
          
          Terlambat ia tahu bahwa Mingyu adalah dalang di balik semuanya. Ia menghancurkan hidup Lalisa, lalu memaksanya menyerah.
          
          "Aku bersedia."
          
          Dua kata itu terucap dari bibir Lalisa tanpa perasaan. Sejak detik itu, kebebasannya lenyap.
          
          Ketika Zhao Mingyu tersenyum tipis dan mengecup bibirnya dengan dingin, Lalisa menyadari satu hal.
          
          Pernikahan ini bukanlah ikatan cinta.
          
          Melainkan penjara.
          
          Dan Zhao Mingyu adalah penjaganya.
          
          .
          .
          .
          Jangan lupa mampir ya~
          
          https://www.wattpad.com/story/405584996?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Elyrayuen_
          
          Terimakasih Kak