(Sneak peak chapter 4)
Sang pelawak tidak akan berbohong betapa ingin dirinya memberitahukan namanya pada sang Putri, sebanyak betapa ia ingin menumpahkan segala badai yang berkecamuk dengan ganas didalam dirinya saat melihat wajah yang tak berani ia bayangkan dalam mimpi sekalipun sedang menatapnya dengan emosi yang sama berisiknya.
Ia takut—jika ia melewati batas lebih dari ini—menyentuhnya, menciumnya sebagaimana mencium kelopak mawar yang tengah berbunga dari dirinya, dan mendengarnya memanggil namanya, kelak kebahagiaan yang bersifat sementara itu akan direnggut lagi dengan paksa darinya.