FrancisLiangel

"Sudah terlalu lama kau tidak menyebut nama itu,"-
          	"Aku tahu. Tanpa aku sedar nama itu meluncur laju pada bibirku. Sepertinya dia yang aku perlukan saat ini..,"-♥️
          	"Sudah bertahun..,"-
          	"Ia..sudah bertahun lamanya. Apakah bunyinya seperti tidak wajar?"-♥️
          	"Aku juga tidak tahu...namun aku juga merasakan sedikit ketenangan ketika memutar kembali memori lama dimana keadaanmu sama seperti sekarang dan dia ada sebagai peneman..,"-
          	"Tenang bukan?"-♥️
          	"Ia..ia menenangkan. Apa kau menyukai ketenangan itu?"-
          	"Aku mencintainya namun tidak untuk mencapai semula sumbernya..,"_♥️
          	
          	Tamat.

FrancisLiangel

"Sudah terlalu lama kau tidak menyebut nama itu,"-
          "Aku tahu. Tanpa aku sedar nama itu meluncur laju pada bibirku. Sepertinya dia yang aku perlukan saat ini..,"-♥️
          "Sudah bertahun..,"-
          "Ia..sudah bertahun lamanya. Apakah bunyinya seperti tidak wajar?"-♥️
          "Aku juga tidak tahu...namun aku juga merasakan sedikit ketenangan ketika memutar kembali memori lama dimana keadaanmu sama seperti sekarang dan dia ada sebagai peneman..,"-
          "Tenang bukan?"-♥️
          "Ia..ia menenangkan. Apa kau menyukai ketenangan itu?"-
          "Aku mencintainya namun tidak untuk mencapai semula sumbernya..,"_♥️
          
          Tamat.

FrancisLiangel

Ahhh...perasaan paling dibenci oleh saya ialah bila merindukan orang yang sudah tiada. 
          Dia sudah bahagia di atas sana tapi saya masih rindu teruk disini.
          Tidak adil!
          Ma,i miss you so much.
          Tolong datang dalam mimpi cucu kau ni, saya tidak boleh tahan lagi.
          Saya rindu.
          

FrancisLiangel

Jika hati yang memegang gelaran adik berkata sakit namun otak iaitu abang nenafikan benda itu,apa itu kerana mereka tidak sehaluan atau bagaimana?
          
          Saya pernah mendengar mereka berdebat dengan dua pandangan dan emosi yang berbeza mengenai satu situasi yang sukar difahami..,
          
          Otak berkata marah..,
          
          -Apa adik masih bertahan walaupun adik sudah hancur..sehancur-hancurnya pecahan kaca yang dihempas ke batu seperti adik tidak berharga dan sangat hina?!Apa adik bodoh?!
          
          Hati membalas dengan nada sayu..,
          
          -Aku tidak bodoh abang,usah gelarku bodoh.Ia menyakitkan adik.Abang tidak mengerti kerana adik juga tidak memahami diri adik sendiri..adik berkata ingin bertahan namun pada masa yang sama adik juga ingin pergi,adik tidak mengerti abang!Jangan salahkan adik!Adik sakit..,"
          
          Otak masih hendak memprovoke adiknya..,
          
          -Memang benar kamu bodoh adik.Abang tidak mengerti adik?Abang mengerti adik!Abang cuba menyelanatkan adik namun adik sentiasa memberontak..,sakit bukan?Itulah yang abang rasa jika memikirkan tentang adik..,"
          
          Sepi..,
          
          Oh..saya tersedar..ia bermula daripada pertemuan dan berakhir dengan........,
          
          Sayalah penyebabnya mereka beradik bertengkar..,
          
          Saya ingin menangis..,
          
          Biarkan saya sendiri..,
          
          Ruangan itu penuh dengan bait ayat-ayat yang dikarang..dan akhirnya ia dibiarkan dan menjadi pembacaan orang asing.
          
          Tamat..,
          
          

FrancisLiangel

Orang tanya..
          "Kenapa lambat update cerita?"
          "Kenapa endak ada cerita baru?"
          Yang mampu saya jawab..
          "Saya sibuk..maaf.."
          "Tiada idea lagi..maaf.."
          Mereka tidak tahu mental saya dalam keadaan yang tidak mengizinkan saya untuk berbuat apa-apa.
          Bila orang yang dianggap sebagai sahabat,yang diharapakan ada selalu pergi dan bunyi perbualan akhir seperti menyalahkan kau untuk kepergiannya daripada hidup kau.
          Wahh..sakit cuii..hahahaha..lelah dengan semua.
          
          Kataku dalam diary tanpa kertas yang bertuliskan air mata.
          Tetap semangat ya.
          Yang benar,
          -Saya,insan yang terluka.