FranzCha23

Besok libur bestie... Yang belum lanjut baca yuk lanjutkan.. author juga berjuang lanjutkan draftingnya ❤️✨
          	https://www.wattpad.com/story/405928844

FranzCha23

Updated : Chapter 8 : How beautiful to see those kids
          
          Gerakan tangannya seolah sedang mengambil kunai yang tidak ada. Sebuah kebiasaan ketika terkejut mengeluarkan kunai semasa hidupnya di dunia shinobi.
          
          Itachi mengeluarkan handphone yang ia kantongi itu. Teringat ucapan Kanae kepadanya : "kalau pergi kemanapun tolong bawa handphone, pastikan handphone mu menyala, dan selalu kantongi di saku celana mu." 
          
          Dan Itachi mengikuti saran itu. "Mungkin memang begini cara manusia dijaman ini menjalankan kehidupannya."
          
          Di layar, tertera Oba-san. Ia mengetuk icon hijau itu. 
          
          "Itachi-san!! Kemana kau pergi?!" Pekik Oba-san persis seperti seorang Ibu yang mencari anak laki laki nakalnya yang pergi tanpa bilang-bilang.
          
          Itachi tersentak sejenak lalu pandangannya melunak dan ia  sedikit terkekeh. Mengingat bagaimana Sang Ibu yang sering mencemaskannya. "Maaf Oba-san.. aku sedang berada di..." Ucapan Itachi terhenti sejenak, matanya melihat sekeliling, ia tak jauh dari rumah— hanya saja ia tak tahu nama tempat ini.  "... Taman?" Ucapnya setengah menebak.
          
          "Souka(oh begitu). Sore jaa(kalau begitu) Jangan coba-coba pergi meninggalkanku ya, Itachi-san.. kami sangat peduli pada mu."
          
          Ah... Lagi lagi kalimat itu.
          I just published "Bagian 2 Learning to Live : Chapter 8 : How beautiful to see those kids" of my story "The Life He Never Had". https://www.wattpad.com/1640012272?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=FranzCha23

FranzCha23

Aku ada rencana mau hiatus nulis for a while sambil menyiapkan diri untuk menyelesaikan MMG Arc pertamanya sebelum masuk ke Arc Bagian Inti cerita. 
          
          MMG masih lumayan agak panjang, ide ide masih menumpuk dikepalaku..
          So, aku harus susun dulu. Untuk itu aku perlu hiatus sementara.
          
          Tapi tenang! Untuk beberapa minggu ke depan aku masih akan update kog...
          
          Untuk Fanfiction Itachi aku usahakan untuk tetap jalan. (Berjuang)
          
          Krn Franzcha in real life sedang berjuang juga dari kehidupan. Untuk enggak kembali jatuh dalam overthinking dan rasa rendah diri serta rasa untuk mengemban semua tanggung jawab sendirian lagi. 
          
          
          Thankyou untuk semua sahabat penulis, sahabat in rl, semua pembaca ku yang mau meluangkan waktu untuk membaca karyaku yang penuh dengan kekurangan ini❤️
          
          But i keep learning in trying my best.
          
          —Big Love, FranzCha.

FranzCha23

Update The Life He Never Had Chapter 7
          
          
          Langkah Kanae memimpin dengan misi : membelikan Itachi dua pasang pakaian. 
          
          Sebenarnya, masih ada beberapa kaus bekas peninggalan orang-orang yang pernah dinggah di rumahnya, tapi kaus kaus itu terlalu usang dengan jaitan yang robek di beberapa sisi. Untuk dipakai di rumah mungkin tidak masalah, tapi Kanae kepikiran jika sewaktu-waktu Itachi mulai menemukan tujuan hidupnya lalu mulai ingin melangkah keluar jauh lebih banyak lagi.
          
          Ia tak ingin Itachi memakai baju jubah yang tampak kumal dan berat itu ataupun kaus usang yang tersedia di lemari lapuk rumahnya.
          
          Bagi Itachi, tempat itu mengingatkannya pada markas besar sebuah klan.
          
          Setiap orang bergerak dengan tujuan yang berbeda, tetapi tak seorang pun saling menghalangi. Mereka berjalan mengikuti arus yang tak kasatmata, seolah telah memahami aturan tanpa perlu diucapkan.
          
          Bedanya, tidak ada aroma darah.
          
          Tidak ada tatapan penuh kewaspadaan.
          
          Orang-orang datang hanya untuk memilih pakaian, menikmati makan siang, atau menghabiskan waktu bersama keluarga mereka.
          
          Kehidupan yang begitu biasa...
          
          Justru terasa paling asing baginya.
          https://www.wattpad.com/story/413053674

FranzCha23

New Update : Special Indonesian Independence Day 17 Agustus 2026 [The Life He Never Had]
          Chapter 6 • Learning Life
          
          
          KWAKK KWAKK KWAKK
          
          Suara gagak yang berputar putar di rumah itu membuat Itachi mendongak ke langit. Kanae yang menunggu jawabannya, kebingungan ketika Itachi bangkit dari beranda kayu lalu mulai melangkah di setapak jalanan berbatu taman dengan siku yang terangkat. 
          
          Kanae ikut berdiri memperhatikan Itachi tapi matanya terbelalak ketika Sang Gagak besar yang sejak tadi berputar di udara sekitar rumahnya mulai mendaratkan diri di lengan Itachi. 
          
          Tepat ketika gagak besar itu mendarat, Itachi menoleh sedikit ke Kanae yang ada di belakangnya. "Tidak perlu. Aku sudah mengerti cara menggunakannya."
          
          I just published "Bagian 2 : Learning to Live : Chapter 6: Learning Life" of my story "The Life He Never Had". https://www.wattpad.com/1640011365?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=FranzCha23

FranzCha23

New Updated : Special Indonesian Independence Day 17 Agustus 2026 [Menikahi Musuhku, Gila!] 
          Bab 32 •
          
          
          "Iya! Jadi gimana Honeymoon nya?" Sambung Mirna cerah. 
          
          Gigi kuda Vella mulai keluar, kakinya kini menendang nendang betis besar Gavin. Tangan lentiknya bahkan mencubit cubit kecil paha Gavin, memintanya untuk menjawab. 
          
          Di bawah meja. Saking risihnya, Gavin menggenggam jari lentik Vella. Memaksa jarinya yang sibuk mencubit itu diam. 
          
          "Baik... Honeymoon nya baik."
          
          Jawab Gavin seolah Honeymoon adalah seseorang yang sedang ditanya kabarnya. Mirna melotot, tapi Vella yang ogah mendengar ceramah pagi langsung menyerobot.
          
          "HOT!! HOT BANGET BU!"
          
          Sekarang giliran Gavin yang melotot. 
          
          "HO!! OKEE HOTT GIMANA??" Sasar Mirna semangat. 
          
          Mulut Vella kini megap megap mirip ikan yang kekurangan air. Tangannya mulai misuh misuh di paha Gavin. Mencubitnya kecil kecil tapi tajam. 
          
          "HOT! POKOKNYA HOT." 
          
          "Vella... Mama tau kamu excited banget, coba kamu jelasin pelan pelan ke Ibu Mirna... Se-hot apa kalian..." Ucap Laras tidak membantu sama sekali.
          
          "Mati Aku," umpat Vella dalam hati.
          https://www.wattpad.com/story/405928844