Tahun baru, double up?
•••
Ambroise:
Valter menurunkan pedangnya perlahan, ujung benda itu berhenti tepat di depan dahi Leria. Bukan menusuk. Bukan pula menyerang. Itu hanya menunjuk.
Lalu suara sang bakal panglima menggema. Rendah, tidak lagi dingin, tapi tajam seperti takdir yang selesai memilih.
"Kau."
•••
Kena—nga: Mbalung Janur
Sesuatu menyala di kepala Yasa. Sudut bibirnya terangkat, senyum yang terlalu sadar diri—senyum seseorang yang baru menyadari ia terlalu tepat sasaran tanpa pernah berniat berlebihan.
“Oh,” gumamnya, antara geli dan terkejut pada dirinya sendiri.