MichioKei

Halo, selamat malam, 
          Ijin promosi, yaaa. Kalau berkenan, bisa mampir, hihi~
          
          Hinata tiba-tiba terbangun di rumah sakit dalam keadaan bingung. Ibunya bilang, ia mengalami amnesia, sehingga ingatannya terhenti tiga tahun lalu, beberapa bulan sebelum ia berumur dua puluh tahun tahun. Ia mengingat jelas tahun terakhirnya di Universitas Konoha. Ia juga mengingat jelas rencana liburannya dengan Ino, mereka akan ke Paris untuk merayakan kelulusan dan ia akan melanjutkan pasca-sarjana di UK bersama Neji dan Hanabi. 
          
          Di tengah kebingungannya, semua orang menjauh. Ibunya, menolak memberikan jawaban. Ayahnya selalu tampak terpukul saat melihatnya. Tidak ada Hanabi dan Neji, sebab keduanya berada di luar negeri.
          
          Di tengah semua itu, muncul satu sosok yang memberikannya uluran. Namanya adalah Uchiha Sasuke. Katanya, dulu mereka adalah teman. Namun, Hinata tidak begitu mengenal sejak kapan ia memiliki teman bernama Uchiha Sasuke. Terkadang, Hinata takut kalua Sasuke hanya sekadar khayalan, sebab pria itu menyarankan untuk tidak memberitahu siapapun.
          
          Detik demi detik, Hinata menyelam mencari jawaban di saat semua orang memaksanya untuk hidup dengan ingatan tersisa yang ia miliki.
          
          https://www.wattpad.com/story/401805584-beautiful-lie

lavenderhinata8

Hai hapus saja jika mengganggu...
          Ijin share cerita Naruhina, silahkan dibaca jika ada waktu senggang.
          
          'Commitment'
          Genre : Hurt, Healing, Family, Friendship, Romance
          ________________
          
          "Bagaimana rasanya?" Sai memulai sesi konselingnya.
          
          "Entahlah, mungkin karna malam itu semua rasa sudah melebur jadi satu."
          
          "Aku melihat semuanya dengan sempurna, terlebih padanya. meletakkan cermin kepercayaan, menitipkan hatiku, menciptakan dunia kecil untuknya. Terdengar klise bukan?"
          
          "Disini terasa sakit, dia memberikan harapan dan kesia-siaan." Hinata meremas erat dada sebelah kirinya.
          
          "Terkadang aku berharap kenangan ini ditulis dengan pensil, sehingga aku bisa menghapus dan menulisnya kembali dengan alur yang berbeda."
          
          "Apa kau membencinya ?"
          
          "Malam itu... iya." Hinata menjeda, "Sampai aku terjaga pagi harinya dirumah sakit setelah melakukan kebodohan terbesar dalam hidupku. Ada yang harus aku lepaskan dan itu membuat perasaaanku lega."
          __________________
          
          Silahkan cek profil @ jiangchen9091 untuk story Naruhina lainnya.
          
          Terimakasih.
          
          https://www.wattpad.com/story/351780320?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=jiangchen9091