Hazelyin dari Amariline mengikuti Proka yang tertinggal di tanggal 6 Agustus 2026 melalui Cermin dengan tema Bayangan yang Berontak.
Reyna selalu menyukai saat ibunya membacakan dongeng sebelum tidur. Suara lembut sang ibu menjadi penenang yang membuatnya mudah terlelap.
Namun, setiap malam ayahnya pulang dalam keadaan mabuk, teriakan ibunya berubah menjadi mimpi buruk yang membuat Reyna terbangun ketakutan. Meski begitu, ia tetap memaksakan diri untuk tidur agar tidak mengecewakan ibunya yang telah bersusah payah menemaninya.
Setiap pagi Reyna selalu menanyakan keadaan ibunya. Sang ibu terus mengatakan dirinya baik-baik saja, padahal lebam di wajah dan tangannya jelas terlihat. Alasan seperti terjatuh atau terkena minyak panas tak pernah benar-benar Reyna percayai.
Selain takut pada ayahnya, Reyna juga merasa ngeri dengan bayangan yang selalu mengikuti sang ayah di bawah cahaya lampu, seolah memiliki kehidupan sendiri.
Suatu hari, saat ayahnya terbangun karena suara ibunya memasak, Reyna menyaksikan bayangan itu tiba-tiba memberontak. Bayangan tersebut mencekik ayahnya, mengangkat tubuhnya hingga melayang, lalu melemparkannya ke dinding sebelum menatap Reyna dengan senyum misterius.
Kejadian itu terus berulang. Menyadari penyebabnya, ayah Reyna sengaja mematikan lampu agar bayangannya menghilang. Namun, Reyna segera menyalakan lampu karena tak ingin ibunya kembali disakiti. Seketika bayangan itu muncul lagi, mencekik ayahnya, mengangkatnya hingga ke langit-langit rumah, lalu menjatuhkannya. Reyna hanya terdiam, tetapi dalam hatinya ia merasa lega.
Tak lama kemudian, beberapa prajurit mendobrak rumah mereka dan menangkap ayahnya atas tindak kekerasan yang selama ini dilakukan. Reyna kembali bersyukur, karena berkat bayangan yang melawan itu, ibunya akhirnya terbebas dari penderitaan.
#Day11Proka #Rumahramahpenulis #BayanganYangBerontak