Edge79

Kak, izin numpang promosi, maaf jika kurang sopan dan mengganggu.
          
          https://www.wattpad.com/story/263850603?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=edge79&wp_originator=I1v17GcCo1jP4thZlcKlvY8wiOJQ9Q1T87QgHWVbBr%2BtpqbosOGb%2FZUBqSXMlOpRqUyP%2FgeJfMn4WgVeFV40S0CM%2FhpsEVP3gRzS9Csg6zurT86k%2BUJLbjRXZlldwIff
          
          GENRE: fantasy (dark fantasy), action, adventure, thriller
          
          Dunia dahulu adalah tempat yang indah dan damai. Sampai suatu saat, segel sebuah artefak terkutuk lepas. Kekuatan gelap muncul, menyebar ke seluruh penjuru Bumi. Kedamaian, keindahan, dan harapan telah lenyap, tergantikan oleh kesuraman, rasa takut, dan teror.
          
          Peradaban manusia hancur, bangsa elf pergi ke Bulan, banyak nyawa makhluk tak berdosa melayang. Hanya tinggal menunggu takdir dunia tiba, sebuah hari akhir yang semakin dekat.
          
          Namun, takdir bisa diubah. 100 tahun telah berlalu. Terciptalah sosok yang menjadi harapan dunia untuk melawan takdirnya. Menjadi penerang untuk dunia. Dialah Lotus, elf istimewa yang tercipta dari kesucian cahaya surga dan kemurnian sinar bulan.
          
          Ikuti petualangan Lotus dalam Nightwalker. Di mana secercah harapan muncul dalam jurang keputusasaan.
          
          Warning!! Mengandung Gore
          
          (Karena ini karya pertamaku, typo dan kesalahan di mana-mana. Dengan senang hati aku menerima kritik dan saranmu) :-)

Tri586649

Hello Kak, salam kenal. Bila berkenan, baca cerita 'Cat and Boy', yuk :)
          Blurb:
          Wisuda. 
          
          Kata yang menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa bagi seluruh mahasiswa, karena mereka telah berhasil melalui lika-liku kehidupan kampus. Seharusnya momen tersebut menjadikan Aurum Andascara, mahasiswi berwajah cantik dan ber-ipk tinggi bahagia, akan tetapi ini sebaliknya, penuh kemuraman, kesedihan, serta tangan yang bermandikan darah. Walaupun begitu, ia kepalkan erat-erat, obsidiannya memandang lekat pemandangan danau yang tak jauh dari hadapannya.
          
          "Maaf ... maafkan aku ..." katanya dengan gemetar. Tak ada orang yang menyahut, selain suara klakson dari lalu lalang kendaraan yang melintas. Semilir angin membelai halus rambut pirang yang acak-acakan. Bukan hanya itu, sang bayu tersebut menjadikan dirinya semakin sesak, malam yang sunyi, rembulan juga malu-malu untuk melihat sosok yang tengah mengalami depresi berat. 
          
          "Maaf ...." 
          
          Setelah itu, Aurum menaiki pembatas jembatan, lalu terjun bebas ke bawah sana, danau yang deras akan air jernihnya.
          
          ♦♦♦     
          Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih♥  Https://www.wattpad.com/story/173217135