Izz_aryan

I'm debating whether I should even publish the epilogue. It's truly devastating to watch Rizman force himself to be strong, when in reality, he has already lost his purpose to live. He only keeps breathing for Arisha because everyone else keeps leaving him. As a deep empath, I cried so much while drafting HUZN and plotting their backstory. I think I've officially decided to withhold the epilogue. Honestly, writing angst takes a massive amount of courage. (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)

Izz_aryan

@daisyrawr_ hm... akan dipertimbangkan kalau ramai nak saya publish, tapi bukan dalam masa terdekat ni. (⁠。⁠ŏ⁠﹏⁠ŏ⁠)
Reply

Izz_aryan

I'm debating whether I should even publish the epilogue. It's truly devastating to watch Rizman force himself to be strong, when in reality, he has already lost his purpose to live. He only keeps breathing for Arisha because everyone else keeps leaving him. As a deep empath, I cried so much while drafting HUZN and plotting their backstory. I think I've officially decided to withhold the epilogue. Honestly, writing angst takes a massive amount of courage. (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)

Izz_aryan

@daisyrawr_ hm... akan dipertimbangkan kalau ramai nak saya publish, tapi bukan dalam masa terdekat ni. (⁠。⁠ŏ⁠﹏⁠ŏ⁠)
Reply

lhikbal

Prang!
          
          Dulang yang dipegangnya jatuh. Semua gelas kaca yang ada di atasnya juga pecah.
          
          "Apa yang kau masukkan dekat dalam air ini?" Tegas suara Bella.
          
          "Apa yang awak cakap ini? Saya tak letak apa-apapun." Suara Zehra separa merayu. Dia mula menunduk untuk mengutip kaca gelas yang pecah tadi.
          
          "Jangan tipu aku. " Wajah Zehra dipegang kuat. 
          
          "Tak, saya tak letak apa-apapun di dalam air ini. Percayalah! Saya sumpah saya tak letak." Zehra bersuara.
          
          "Kalau kau tak letak apa-apa, jilatlah tumpahan air itu."
          
          Zehra mendekatkan wajahnya pada lantai istana. 
          
          "Mana lidah kau? Jilat lah apa lagi!" Kepala Zehra ditolak hingga menekup lantai. Habis basah wajah Zehra terkena tumpahan jus oren tadi. Dia mengeluarkan juga lidahnya untuk menjilat tumpahan air tersebut.
          
          "Dah. Saya dah jilat. Puas hati?"
          
          "Bella!"
          
          
          
          "Sehingga saya sebagai seorang isteri perlu membawa suami sendiri ke tali gantung. Pahit?
          Pasti."
          
          
          
          "Selamat tinggal,"
          
          https://www.wattpad.com/story/209281511?
          
          Maaf ganggu, jemput baca cerita saya!