Hallo Readers(^_^)
The Fragile Truth - 8. Kesendirian
[Sebenarnya apa maumu dariku?”
Junia bersandar ringan pada salah satu rak kayu tua di sampingnya. Tatapannya lurus, tajam, dan menyelidik, namun tidak mengandung intensitas yang menyerang seperti Stella ataupun Carmen.
“Aku hanya ingin kau tahu… rasa pahit yang sedang mengalir di dalam dadamu saat ini, sama sekali tidak asing bagi kulitku.”
Yuha mendengus pelan, memalingkan wajahnya dengan sinis. “Kau bertingkah seolah kau tahu segalanya. Kau tidak tahu apa-apa tentang garis hidupku, Junia.”
“Aku tahu bagaimana rasanya dikhianati oleh sebagian fakta yang sengaja disembunyikan,” kata Junia, suaranya merendah, menyiratkan luka lama yang serupa.
“Aku tahu persis bagaimana rasanya kehilangan seluruh sisa kepercayaan pada apa yang orang lain sebut sebagai
Sebenarnya apa maumu dariku?”
Junia bersandar ringan pada salah satu rak kayu tua di sampingnya. Tatapannya lurus, tajam, dan menyelidik, namun tidak mengandung intensitas yang menyerang seperti Stella ataupun Carmen.
“Aku hanya ingin kau tahu… rasa pahit yang sedang mengalir di dalam dadamu saat ini, sama sekali tidak asing bagi kulitku.”
Yuha mendengus pelan, memalingkan wajahnya dengan sinis. “Kau bertingkah seolah kau tahu segalanya. Kau tidak tahu apa-apa tentang garis hidupku, Junia.”
“Aku tahu bagaimana rasanya dikhianati oleh sebagian fakta yang sengaja disembunyikan,” kata Junia, suaranya merendah, menyiratkan luka lama yang serupa.
“Aku tahu persis bagaimana rasanya kehilangan seluruh sisa kepercayaan pada apa yang orang lain sebut sebagai 'niat baik'.”]
----