Kaela_thewriter
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
Aku ga pernah nyangka ngerevisi chapter ini harus full... Bentar ges. Ini soalnya harus ada yang di research.
— Author K.
Kaela_thewriter
Update SMA Adhitara agak lambat, guys. Ada banyak yang harus ku revisi dan edit. Kemungkinan malam ini atau besok akan selesai dan update.
Aku sungguh berharap buku ini bisa ku terbitkan sebagai sebuah novel :'D
— Author K.
Kaela_thewriter
Aku selalu bertanya-tanya, kebaikan apa yang kulakukan hingga aku mendapat hadiah semanis ini?
23 Januari 2040—Hari dimana aku bertemu dengan dirinya—Bunga kecilku. Betapa manisnya kamu datang padaku sambil menggenggam tangan ayahku. Jari manis ayahku digenggam erat olehmu—rasa takut akan kehilangan kesempatan mendapat keluarga.
Matamu dan aku saling bertukar arti. Ketika aku melihatmu, sebuah rasa senang yang tidak mampu ku bendung menguasai hati dan pikiranku. Ah, aku masih ingat senyum lebar ku yang menyambut mu masuk ke dalam rumah sederhana bercat putih itu.
Aku masih ingat, makanan kesukaan mu adalah telur omelette buatan ayah. Kamu memakannya dengan lahap hingga tak tersisa.
Semua kenangan indah itu membuatku sangat senang dan tak mampu melupakannya.
Namun, ketika api membara di hadapan ku. Ketika kamu menangis berusaha menggapai dirinya yang telah terkubur bersama sang api. Ketika aku melihat "rumah" kita terbakar hingga menjadi abu. Aku... Tidak mampu melakukan apapun. Rasanya seperti duniaku terhenti sesaat. Air mataku tak bisa berhenti mengalir. Mendengar rengekan dan tangisanmu pun tak mampu ku topang. Tubuhku ambruk ke tanah karena tidak kuat menghadapi ujian dunia saat itu.
Sejak kejadian itu, aku mulai bertanya-tanya. "Apakah aku pantas menjadi seorang kakak?" "Apakah aku bisa melindungi mu?" "Bisakah aku menciptakan dunia indah untukmu?"
Oh, kaela. Aku sungguh merindukan kehadiranmu, adikku. Mengapa aku tidak bisa melihat penderitaan mu selama ini? Padahal aku tidaklah buta. Maafkan kakakmu yang bodoh ini, Kaela. Kakak janji, kakak akan menyusul mu nanti. Sampaikan salam kakak ke Ayah, ya? Kak Alex sayang Kaela.
— Alexander Oranthe.
Kaela_thewriter
“Tenanglah, sayang. Tidur dengan nyaman. Dalam mimpimu bagai surga, kau bahagia.”
“Tenanglah, sayang. Terlelap lah pelan. Dalam pelukan rembulan, kau pulang.”
— Wiege, Indonesian Ver. (Alien Stage)
•
Reply
Kaela_thewriter
Oke, aku sebagai Author K dan temanku yang nama samarannya adalah Author R, sudah diskusi mengenai SMA Adhitara. Mungkin kami akan update sedikit lebih lambat karena tema yang dibawakan terlalu berat sehingga perlu kami saring.
— Author K
Kaela_thewriter
Sore itu matahari bersinar untuk terakhir kalinya sebelum digantikan malam. Semburat cahayanya menusuk mata siapapun yang berani melihatnya. Sang matahari tidak ingin kepergiannya dilihat oleh orang-orang. Ia hanyalah sesuatu yang akan selalu berlalu lalang. Tanpa disadari oleh dirinya, kepergiannya mampu membawa kehangatan bagi siapapun yang merasakannya. Matahari tidak sadar, bahwa dirinya lah yang sudah menerangi bumi yang gelap ini. Tanpa dirinya, malam akan hadir. Bumi pun gelap kembali. Namun, Bumi telah belajar. Bila dia tidak merelakan matahari pergi, hanya akan ada siang pada dirinya. Dengan itu, bumi pun membuat lampu untuk menerangi dirinya sendiri.
"Shin, gua lulus duluan nih dari Adhitara. Lo belum, ya?" Aku tersenyum pahit melihat sebuah batu didepan ku. Batu itu kini dipenuhi lumut. Hanya batu biasa dengan ukiran nama 'Taro Shinji' disana. Tidak ada yang spesial pada batu itu. Namun, yang ada dibawah tanah, itu lah yang spesial.
Seorang teman sekelas.
Atau mungkin lebih.
Seorang sahabat.
Sahabat yang selalu ada di awal lembaran baru ku.
Sahabat yang selalu ada di masa ketegangan 10–U.
Sahabat yang selalu membantu memecahkan segala misteri.
Namun, tetap berakhir menjadi bagian dari eksperimen gila itu.
"Oh, iya. Gua lupa. Lu kan... Masih dipakai, ya? Jasad Lo itu ga lengkap, 'kan? Tenang saja, Shin. Gua akan dapatkan kembali bola matamu itu."
Aku berjongkok. Kemudian, aku menyerahkan sebuket bunga matahari untuknya. Aku tersenyum. "Lu pernah bilang ke gua, lu suka banget sama bunga matahari. Nih, gua kasih." Tatapan mataku tidak bisa bohong. Air mata yang mengalir pun tidak dapat dihentikan. Aku menangis sejadi-jadinya setiap kali mengingat masa kita bersama.
Andai saja saat itu aku mampu melindungi mu, kamu tidak akan berakhir menjadi bagian dari eksperimen busuk itu.
Kaela_thewriter
“Mungkinkah... Mungkinkah? Mungkinkah kau mampir hari ini? Bila tidak mirip kau, jadilah bunga matahari. Yang tiba-tiba mekar di taman. Meski bicara dengan bahasa tumbuhan, ceritakan padaku. Bagaimana tempat tinggal mu yang baru?” — Gala Bunga Matahari [Sal Priadi]
•
Reply
Kaela_thewriter
Ada update nih~
Telat satu Minggu ga ngaruh lah ya-
Lagi ujian dua authornya.
Semoga kalian bisa menebak dengan baik ya!
https://www.wattpad.com/story/406658610
Kaela_thewriter
Funfact! Book 'SMA Adhitara' terinspirasi dari beberapa novel dan kehidupan nyata kedua Author. Dan, yang jelas, plotnya akan kami buat sebagus mungkin! Chapter selanjutnya akan segera dipublikasi. Kami berharap kalian bisa menuliskan teori dan hal-hal lainnya. Kami juga meminta kesan dan saran kalian. Karena kebetulan, kami berdua merupakan penulis pemula :')
Sekian, terima kasih.
— Author K dan Author R
Kaela_thewriter
I'm laughing while reading all of ur comments! Hahaha!
— Author R
Kaela_thewriter
Hey~ hey~!
Kami akhirnya bisa update setelah ditumpuk banyak tugas. Semoga suka, ya! Jangan lupa komen, vote, dan follow akun author ini! See you in the next chapter guys!
Saya baru saja menerbitkan " Keputusan Yang Tak Diterima " cerita saya" [] SMA ADHITARA [] ". https://www.wattpad.com/1609481434?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=Kaela_thewriter
Kaela_thewriter
Kabarnya, author K sedang ditumpuk tugas dan deadline. Sementara Author R ditumpuk tugas + organisasi. Kedua author juga lagi belajar ges. Update agak terlambat. Paling lambat tengah malem besok. Atau hari Senin.
— Author K & R.