Spoiler Alert⚠️
Di chapter 03 nanti, kalian akan bertemu dengan Kaysan 12 tahun yang lalu, ketika dia berusia 5 tahun.
________________________________
"Nana kunyah pipiku," kata Kaysan kecil, alisnya nyaris bertaut dengan bibir mengerucut, mengundang tawa Sudarma serta pandangannya yang kini beralih pada pipi tembam sang anak yang terlihat merah sebelah. Bahkan, ada sisa liur yang tampaknya sengaja tak dihapus sebagai bukti kejahatan dari anak perempuan yang dipanggil Nana itu.
"Kunyah itu kurang tepat, Nak, yang benar itu digigit." Sudarma membenarkan, tak menyalahkan, sebab Kaysan masih harus banyak belajar mengenai bahasa ibunya. "Sakit tidak?" tanyanya, mengusap pelan pipi sang anak pelan-pelan.
"Tadi sakit, sekarang tidak." Kaysan menggeleng pelan, tapi begitu langkah Sudarma hampir sampai, Kaysa langsung memeluk tubuh Sang Papa. Menaruh kepalanya di bahu untuk menyembunyikan wajah. "I wanna go home, Pa," bisiknya, mengundang senyum singkat Sudarma serta elusan di belakang kepalanya.