@ juhoonaid maaf yaa, kayanya aku mau hiatus dulu beberapa waktu. soalnya akun ak ada masalah and ak lupa kata sandinya huhuu, ak jg mau tunggu waktu luang or hari liburan maybe? soalnya akhir' ini lg bnyk bgt tugas and masalah...
ini ak Rini btw
@ juhoonaid yaa ampunn kamu nungguin yahh, maaf bgt tadi aku pulang jm 6 kurang ternyata dan pas aku mau lanjut buat cerita di draft ternyata yg sblmnya blm kesimpan jadi draft nya hilang setengah... jadi aku harus lanjutin lagi, dan dipertengahan aku ketiduran... maaf yah cantikk ini aku lanjutin dulu kayanya bakal malem selesainya kamu mau nunggu? chapter nya aku panjangin dehh, maaf ya udh buat nunggu
Edwards Martin kalau sehari tidak membuat kerusuhan, bukan Martin namanya.
Dan Kim Misel sangat butuh yang namanya ketenangan.
Sebagai penulis best-seller, Misel membutuhkan ketenangan untuk otaknya bisa bekerja. Namun, dunianya jungkir balik saat sahabat mamanya pindah ke rumah sebelah membawa si bungsu bule jangkung yang tidak bisa diam.
Sialnya lagi, jendela kamar mereka berhadapan langsung. Setiap kali Misel mencari inspirasi, yang ia dapat justru pemandangan tingkah Martin yang tidak ada habisnya di seberang sana.
"Martin, gue nggak bisa mikir kalau lo muncul di jendela terus!"
"I'm such a charmer, I know. Shall we order pizza, Misel?"
https://www.wattpad.com/story/408064264?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=library&wp_uname=courtisss