Lalybra

Ada yang bilang jadi penulis itu melelahkan karena kita harus membagi hati ke banyak karakter. Tapi bagi saya, menjadi diri sendiri pun sudah cukup menguras rasa.
          	
          	Saya adalah seseorang yang sangat mudah jatuh cinta—tapi bukan (selalu) pada manusia. Saya jatuh cinta pada semesta, pada setiap inci keindahan yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Hati saya mudah sekali terenyuh, mudah sekali merasa haru hanya dengan menyaksikan bagaimana dunia ini bekerja dengan begitu indahnya.
          	
          	As a florist, setiap hari saya menyentuh keajaiban-keajaiban itu. Bunga bagi saya adalah bahasa Tuhan yang nyata. Saya bisa jatuh cinta pada diksi yang cantik, pada rima sastra yang pas, atau pada hal-hal kecil yang mungkin bagi orang lain biasa saja. Semua keindahan itu masuk ke pori-pori perasaan saya.
          	
          	Namun, ironisnya, di balik kemudahan saya mencintai keindahan semesta, saya adalah orang yang paling sulit untuk urusan "cinta" yang sebenarnya—cinta yang melibatkan hati antar manusia.
          	
          	Saat ini, di tengah proses merangkai ulang "BERCINTA LEWAT DOA", saya justru kembali jatuh cinta pada hal yang tak terduga, yaitu pada judul-judul babnya sendiri.
          	
          	Salah satunya adalah Sentripetal.
          	
          	Dalam ilmu pengetahuan, Sentripetal adalah gaya yang menarik suatu benda menuju pusat orbitnya. Tanpa gaya ini, benda tersebut akan terlempar jauh, hilang arah di ruang hampa.
          	
          	Begitulah saya memaknai cinta dalam cerita ini.
          	
          	Bagi saya, cinta yang sejati adalah gaya sentripetal itu sendiri. Di saat kita punya sejuta alasan untuk pergi dan melesat menjauh, cinta—dan doa—adalah kekuatan yang terus menarik kita kembali ke pusatnya. Ia adalah gaya yang menjaga kita agar tetap menetap, tetap setia pada satu titik yang paling dalam, sesulit apa pun orbit yang harus kita lalui.
          	
          	Salam hangat,
          	La Lybra

Lalybra

Ada yang bilang jadi penulis itu melelahkan karena kita harus membagi hati ke banyak karakter. Tapi bagi saya, menjadi diri sendiri pun sudah cukup menguras rasa.
          
          Saya adalah seseorang yang sangat mudah jatuh cinta—tapi bukan (selalu) pada manusia. Saya jatuh cinta pada semesta, pada setiap inci keindahan yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Hati saya mudah sekali terenyuh, mudah sekali merasa haru hanya dengan menyaksikan bagaimana dunia ini bekerja dengan begitu indahnya.
          
          As a florist, setiap hari saya menyentuh keajaiban-keajaiban itu. Bunga bagi saya adalah bahasa Tuhan yang nyata. Saya bisa jatuh cinta pada diksi yang cantik, pada rima sastra yang pas, atau pada hal-hal kecil yang mungkin bagi orang lain biasa saja. Semua keindahan itu masuk ke pori-pori perasaan saya.
          
          Namun, ironisnya, di balik kemudahan saya mencintai keindahan semesta, saya adalah orang yang paling sulit untuk urusan "cinta" yang sebenarnya—cinta yang melibatkan hati antar manusia.
          
          Saat ini, di tengah proses merangkai ulang "BERCINTA LEWAT DOA", saya justru kembali jatuh cinta pada hal yang tak terduga, yaitu pada judul-judul babnya sendiri.
          
          Salah satunya adalah Sentripetal.
          
          Dalam ilmu pengetahuan, Sentripetal adalah gaya yang menarik suatu benda menuju pusat orbitnya. Tanpa gaya ini, benda tersebut akan terlempar jauh, hilang arah di ruang hampa.
          
          Begitulah saya memaknai cinta dalam cerita ini.
          
          Bagi saya, cinta yang sejati adalah gaya sentripetal itu sendiri. Di saat kita punya sejuta alasan untuk pergi dan melesat menjauh, cinta—dan doa—adalah kekuatan yang terus menarik kita kembali ke pusatnya. Ia adalah gaya yang menjaga kita agar tetap menetap, tetap setia pada satu titik yang paling dalam, sesulit apa pun orbit yang harus kita lalui.
          
          Salam hangat,
          La Lybra

Lalybra

Selamat pagi, temen-temen.
          
          Ada yang nanya, kenapa remake? Kenapa nggak bikin cerita baru aja?
          
          Jawabannya … karena saya belum selesai sama cerita ini.
          
          Ini bukan sekadar cerita. Ini bagian dari terapi saya.
          
          As a writer, saya trauma.
          As a reader, saya juga trauma.
          
          Saya bahkan sempat mikir—kok bisa ya dulu saya nulis cerita yang sekarang menurut saya sendiri terasa “menjijikkan” seperti ini.
          
          Dulu cerita ini saya tulis selama satu semester.
          Saya sempat baca ulang waktu ngerjain versi PDF di pertengahan tahun lalu.
          Setelah itu … nggak pernah saya sentuh lagi.
          
          Benar-benar saya tinggalin.
          
          Dan baru sekarang saya buka lagi—bukan buat nostalgia, tapi buat terapi.
          
          Jadi saya balik ke sini bukan buat menghibur siapa-siapa.
          Saya cuma lagi menyelesaikan sesuatu di diri saya.
          
          Kalau ngerasa ini waste your time … ya nggak usah dibaca.
          Santai aja.
          
          Dibaca syukur, nggak juga nggak apa-apa.
          
          Terima kasih buat yang masih mau stay.
          
          With love,
          Lily

unlimiteud

@ Lalybra  Aaaaaaaaa.
Reply

unlimiteud

@ Lalybra  KAKKKKK.
Reply

priliadeliana

Haiiiii..beneran ini kamu?? Udh sehat kah??

priliadeliana

@ Lalybra  mari trus smngat :)
Reply

Lalybra

@priliadeliana mari semangat bersama...
Reply

priliadeliana

@ Lalybra  ga bs lupa laaaa..ga chat lg krn kan kmrn kecelakaan itu pasti butuh waktu buat kalian smbuh..demi Allah, 2 hr ni udh ada niat nge chat..mau nanya kbarnya gmn..ya Allah, dijawab sektika hr ni..senang bngt..pokoknya hrs tetap smngat yaaa..harus..
Reply

JjiaNn

Kak apa kabar

JjiaNn

@ JjiaNn  jalan tuhan gak ada yg tau gimana ya kak
Reply

Lalybra

@JjiaNn awal awal masih denial, kak. Kenapa saya? Banyak sekali kata "Seandainya", tapi setelah mendapat kabar jika lawan laka kami md setelah dirawat beberapa hari, saya baru sadar, "oh ternyata, jalan takdirnya seperti ini"...
Reply

JjiaNn

@ JjiaNn  baik kak gimana udah berdamai sama semua kak
Reply

Lalybra

Temen-temen WARRIORS huaaa
          
          Saya mau berterimakasih sekaligus minta maaf
          
          Saya baru pertama kali bikin PDF, dan format penulisannya Saya samakan dengan format skripsi huaaa
          
          Ternyata format penulisan novel menggunakan ukuran kertas A5, t—tapi setelah sama ubah jadi layout A5, total halamannya jadi 1990++ halaman
          
          Yang kalian terima itu layout A4
          
          Ottokkeee
          
          Mau nangiiisss

unlimiteud

@ Sean_Libra  semangat revisi skripsi nya kakak. T_T 
Reply

Lalybra

@FIKHOSA nanti saya ubah dulu yaaa kak, kalau sudah jadi, saya kirim ulang 
Reply

ib0zhan9955

@ Sean_Libra  sampek juling baca ny yakin saya,
            Kak saya nanti sore ya sekalian lang kerja
Reply

Lalybra

Hiii, Readies!
          
          Dengan author Sean Libra haha
          Semoga enggak bosan yaaa!
          Masih dengan tema seputar fashion designer, karena dunia tata busana itu luas bangeeet! Kali ini mengangkat isu limbah fast fashion yang menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia.
          
          Seharusnya cerita DIRGAHAYU WASTRA belum debut sekarang, ini hanya pengalihan isu agar author bisa bernapas sedikit lega—agar tidak gila memikirkan ending cerita sebelumnya.
          WKWKKWKKK.
          
          DIRGAHAYU WASTRA adalah sequel dari cerita BERCINTA LEWAT DOA. 
          
          I hope you guys had a great time reading this!
          
          With love, 
          Author Sean Libra ❤️
          
          https://www.wattpad.com/story/394359817?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Sean_Libra

Lalybra

@Nunnaneo pengalihan isu hohoho
Reply

Nuna85

@ Sean_Libra  apa ini baru lagi kah jangan smpe makan bawang lagi 
Reply

Lalybra

@JjiaNn komandan bangeeet! 
Reply

NailaAfraArkarna

Aku suka baca ceritanya jalan ceritanya itu kayak emang bener2 terjadi di dunia real tapi setiap baca cerita ini mental aku dug-dug gitu jadi setiap mau bacanya episode selanjutnya itu harus siap2 benerceritanya kayak punya sihir kayak punya daya tarik sendiri kayak kita yang baca kita yang ngalamin mulai senangnya sedihnya kecewanya semua
          
          
          Aku suka.....baru kali ini aku baca cerita yang mana  setiap aku mau baca harus siap mental 
          Sehat terus ya kamu biar bisa terus update Jiā yóu 

Lalybra

Dearest, Readernim
          Mohon izin meng-unpublished seluruh cerita. Selamat merindu, sampai jumpa bulan depan, dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Sehat-sehat semuanyaaa. I love 2000 buat bayar parkir.
          
          Salam Sayang,
          Author Sean Libra