Lembayung16

Kesialan ternyesek di wp adalah BACA CERITA HINATA, HINATANYA DINISTAIN MULUUU
          	
          	mau tutup mata juga udah baca kan
          	
          	Bati gemesna b

Aqueensha29

Hay kak....
          Suka Naruhina? Yuk datang ke story aku
          Terimakasih ❤

Aqueensha29

@ Lembayung16  wkwkwk itu bukan aku. Mungkin judulnya aja ya yg sama, aku juga baru tau ini hehe
Reply

Lembayung16

@ Aqueensha29  iya aku pernah baca di ffn judulnya sama 'square', kukira cerita square mu itu sama aja dengan yg di ffn, jd aku gak langsung buka. Pas ada notif kamu chat aku, aku intipin cerita² kamu (kecuali if time return, karena udah ada di perpus pribadi aku) termasuk yg square ntu, Eh ... Ternyata alurnya beda 
Reply

Aqueensha29

@ Lembayung16  kayaknya salah deh. Aku gak pernah punya akun di ffn
Reply

Lembayung16

Edisi curcor
          
          Akankah mereka mengerti ???
          
          Di Duta aku kerja di suatu isntansi sebagai tenaga pengajar (honorer). Sebagian besar rekan² sepekerjaanku sudah berumur (bahkan mereka a/ guru waktu aku sekolah menengah pertama) dan kebanyakannya a/ laki². Ada pun rekan perempuan cuma 2, yg 1 udah nikah, putranya juga udah dewasa (temen sepermainanku waktu kecil malah, tapi lebih tuaan dia), satunya lagi belum nikah (meski sudah menginjak kepala 4).
          
          Problemku ...
          Anggap aku tidak profesional, karena 1 dan lain hal yg akan aku sebutkan di bawah ini :
          - sebagai junior yg paling muda dan tidak berpengalaman, seringnya aku merasa minder sendiri
          - sebagai seorang yg baru merasakan bagaimana menjadi seorang ibu (anakku 4 thn), aku gak bisa dan gak mau melewatkan tumbuh kembang anakku. Apalagi kalo lagi sakit, aku lebih memrioritaskan anakku.
          Entah, hal itu kulakukan karena ada rasa semacam pre-trauma, dulu hingga kini (sepanjang perjalanan hidupku) saat aku menyaksikan hampir seluruh anak yg orangtuanya berkarier (terutama ibunya), kebutuhan bathin mereka banyak yg terlantar, perhatian, kasih sayang, pelukan, kebersamaan, mereka kurang bisa mendapatkannya, dari ibunya. Tak sedikit para ibu karier menitipkan anak mereka entah pada kerabat, orangtua/mertua, atau menyewa jasa pengasuh. Dan aku tidak mau itu aku dan anakku alami. Tapi bingungnya, kalo aku memilih berhenti, aku takut mengecewakan kedua orangtuaku, karena pekerjaan ini adalah cita² mereka untukku (cita²ku ingin jadi seniman musik). Mirisnya, kedua orangtuaku + mertuaku semuanya udah (maaf) penyakitan. Dan aku tak setega itu menyerahkan anakku u/ mereka urus, sedang aku bekerja.
          
          So, apa yg harus aku lakukan ???

XueLianLian

@ Lembayung16  aku gk tau(╯︵╰,)
            Udh istikharah Lom (。•́︿•̀。)
Reply

Lembayung16

Mf bagi yg follow kalo ada notif aku udah publish kelanjutan cerita LOKA, pas di klik muncul tulisan 'gagal dimuat'. 
          
          Aku sengaja unpublish, cz cerita chap ini blom kelar (masih dalam proses pengetikan). Niat mw pratinjau, malah nglik publikasikan 
          
          Gomenne gomen ...