Edisi curcor
Akankah mereka mengerti ???
Di Duta aku kerja di suatu isntansi sebagai tenaga pengajar (honorer). Sebagian besar rekan² sepekerjaanku sudah berumur (bahkan mereka a/ guru waktu aku sekolah menengah pertama) dan kebanyakannya a/ laki². Ada pun rekan perempuan cuma 2, yg 1 udah nikah, putranya juga udah dewasa (temen sepermainanku waktu kecil malah, tapi lebih tuaan dia), satunya lagi belum nikah (meski sudah menginjak kepala 4).
Problemku ...
Anggap aku tidak profesional, karena 1 dan lain hal yg akan aku sebutkan di bawah ini :
- sebagai junior yg paling muda dan tidak berpengalaman, seringnya aku merasa minder sendiri
- sebagai seorang yg baru merasakan bagaimana menjadi seorang ibu (anakku 4 thn), aku gak bisa dan gak mau melewatkan tumbuh kembang anakku. Apalagi kalo lagi sakit, aku lebih memrioritaskan anakku.
Entah, hal itu kulakukan karena ada rasa semacam pre-trauma, dulu hingga kini (sepanjang perjalanan hidupku) saat aku menyaksikan hampir seluruh anak yg orangtuanya berkarier (terutama ibunya), kebutuhan bathin mereka banyak yg terlantar, perhatian, kasih sayang, pelukan, kebersamaan, mereka kurang bisa mendapatkannya, dari ibunya. Tak sedikit para ibu karier menitipkan anak mereka entah pada kerabat, orangtua/mertua, atau menyewa jasa pengasuh. Dan aku tidak mau itu aku dan anakku alami. Tapi bingungnya, kalo aku memilih berhenti, aku takut mengecewakan kedua orangtuaku, karena pekerjaan ini adalah cita² mereka untukku (cita²ku ingin jadi seniman musik). Mirisnya, kedua orangtuaku + mertuaku semuanya udah (maaf) penyakitan. Dan aku tak setega itu menyerahkan anakku u/ mereka urus, sedang aku bekerja.
So, apa yg harus aku lakukan ???