Kak numpang promosi ya
Gina, gadis yang kesehariannya disibukkan menjadi budak korporat ibukota itu sama sekali tak menyangka bahwa dirinya saat ini sedang merasuki tubuh salah satu karakter di novel - setidaknya sampai hari ini ia masih meyakini bahwa ia merasuk ke sebuah novel meskipun ia tak pernah ingat novel apa yang menjadi latar cerita saat ini, bahkan ia tidak tahu tokoh mana yang ia rasuki.
Yuk baca ceritanya :
https://www.wattpad.com/1419714143?utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading_part_end&wp_uname=swanskin
Hmmm, menurutlu, di cerita Soul Project gw, mending pake panggilan jejepangan (Onee-san, Oji-san dll) atau bahasa Indonesia baku aja ya, atau mungkin bahasa inggris (Sister, Old Man)
@AdmiralMosashi kalau bisa sih bahasa lokal.
Misalnya:
Kakanda/adinda = untuk penyebutan saudara bagi bangsawan.
Ayahanda/ibunda = penyebutan orang tua bagi bangsawan.
Tuan = kau tau apalah ini.
Kak = kau juga tau bagaimana ini
Dll.
Tapi kalau kau g mau, bisa ae pake bahasa Jepang/ inggris. Atau campuran 3 bahasa untuk membedakan beberapa.
Misalnya Tuan di Indonesia kan penyebutan banyak arti. Tapi kalau di Inggris itu bisa dipisah jadi Lord untuk penguasa, sir untuk pemimpin, dan mister untuk orang random. Bisa juga pake ketiga bahasa untuk beberapa daerah dalam fiksimu untuk menambah fitur perbedaan budaya.