Lestari_a1

Aku punya cerita baru!!!!???

sayangkamu_

Halo Kak Lestari_a1!
          
          Kenalin, aku Elyna dari tim editor Nara Pustaka. Aku baru aja selesai baca Mereka Gus? punya Kakak, dan sejujurnya... it’s a literal masterpiece. Vibe ceritanya masuk banget sama apa yang lagi kita cari.
          
          Kita di Nara Pustaka tertarik banget buat ngobrolin kemungkinan naskah Kakak ini jadi buku fisik. Kira-kira Kakak ada waktu buat brief chat atau sekadar tanya-tanya soal proses di tempat kita? Bisa hubungi nomor WA : 0889 5412 727.
          
          Ditunggu kabar baiknya ya, Kak! No pressure, but we’re lowkey obsessed with your work.

jestheraaile

Halo Kaka izin promosi ya
          
          https://www.wattpad.com/story/401209901?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=jestheraaile
          
          18+
          Suasana disuatu tempat di Sma Ganesha terlihat sangat mencekam.
          
          "Kenapa lo ada di sana sama dia" ucap seseorang suaranya sangat rendah dan tenang tetapi penuh ancaman. 
          
          Terus melangkah kini hanya berjarak satu jengkal dari Jesthera. Wajahnya yang sempurna terlihat jelas di bawah cahaya remang rahangnya tegas matanya tajam dingin dan menusuk.
          
          "Bukan urusan lo. Gue bebas milih mau sama siapa" ucap Jesthera masih tenang dengan tatapan yang menantang sambil menepis orang itu yang tadi sempat mencengkeram lengannya.
          
          "Bebas?" ucap orang itu dengan sudut bibir yang terangkat sedikit membentuk senyum tipis yang kejam. 
          
          "Sejak kapan barang gue bisa bicara tentang bebas?" Dia kembali melangkah maju satu langkah membuat Jesthera mundur selangkah ke dinding. 
          
          "Gue bukan barang lo" sahut Jesthera.
          
          "Oh ya?" 
          
          Tatapannya mengunci Jesthera seolah menguliti jiwanya. Dia terus melangkah maju mengikis jarak wajahnya yang sempurna itu tak menunjukkan emosi namun aura dominasinya begitu kuat sampai Jesthera tidak bisa bergerak punggungnya kini menempel di dinding yang dingin.
          
          "Look baby girl" bisiknya dengan suara serak dan dalam tepat di telinga Jesthera membuat bulu kuduk gadis itu meremang. 
          
          Dia mengangkat tangan kirinya jari-jari panjangnya yang dingin dengan lembut namun memaksa memegang dagu Jesthera. Lalu menarik dagu gadis itu ke atas memaksa pandangan gadis itu bertemu langsung dengan tatapan tajamnya. Mata gelapnya mengunci mata Jesthera seolah ingin melihat sampai ke dasar jiwanya. Aura dominasi yang tak tergoyahkan menyelimuti Jesthera membuatnya tak bisa lagi berpaling.