Holaa readers Novalea sudah comeback dengan bab baru setelah liburan Happy reading
Alea mengeluarkan kartu akses dari saku jaketnya. Kartu logam tipis itu, berukir garis halus dan logo keluarga Rafael di tengahnya, berkilat samar di bawah cahaya lampu.
Ia menempelkannya pada sensor.
Beep.
Lampu hijau menyala. Pintu lift terbuka dengan suara nyaris tanpa gema.
Lift itu berbeda dari yang lain. Khusus untuk keluarga pemilik apartemen. Rafael.
Ia menekan tombol lift, menatap angka digital di atas pintu yang menurun perlahan—32, 31, 30… setiap angka seolah menandai banyak hal yang belum selesai.
Ding.
Lantai 35.
Alea melangkah pelan. Di sisi kanan, deretan pintu hitam matte berjajar dengan pelat nomor perak di atas pegangan pintu.
3509. 3510. 3511… 3512.
Di depan pintu itu, ia berhenti.
Logo keluarga Rafael terukir kecil di bawah nomor unit — tanda bahwa unit ini bagian dari kepemilikan keluarga inti.
Tangannya kembali merogoh saku jaketnya, mencari kartu akses berlogo R — simbol keluarga Rafael.
Kartu itu masih utuh, sedikit tergores di pinggir, tapi kilau logamnya belum pudar. Ia menatapnya sejenak.
Kartu itu ia tempelkan ke sensor pintu. Bunyi beep lembut terdengar, diikuti cahaya hijau yang menyala di sisi panel.
Pintu terbuka otomatis.
"Masih bisa dipake ya..." Alea bergumam pelan. Kemudian melangkah pelan memasuki apartemen.
Dua pengawal itu menunggu di luar.
Udara dingin menyeruak keluar—harum lemon dan cedarwood yang khas milik Alvaro langsung menyergap indra penciumannya.
Ruangan di dalamnya tenang, terlalu rapi untuk disebut dihuni.
Alea melangkah pelan. Tumit sepatunya nyaris tak bersuara di atas lantai marmer.
Namun, sosok yang dilihatnya membuatnya menghentikan langkah.
"Kak Vira?"
https://www.wattpad.com/story/371718863?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Lettivia