Levidraa
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
"Ya udah gue anterin aja. Ngenes amat hidup lo." Ivanna berjalan melalui June yang masih fokus menatap ponselnya, berniat memesan taxi online. "Makan dulu. Perut gue keroncongan."
"Nggak mau. Makan aja sana sendiri."
"Jangan nipisin kesabaran gue. Gue mau bales budi, lho!"
"Gue nggak mau lama-lama sama lo." June bersikap bodo amat, sebelum akhirnya mengaduh kesakitan karena dilempar sandal oleh Ivanna tepat mengenai kepalanya.
Dasar Kanigara si kutu kupret!
[PART 14 "OCEAN WAVES" SUDAH UPDATE, PEEPS. LET'S CHECK IT OUT!!]
Levidraa
"Ya udah gue anterin aja. Ngenes amat hidup lo." Ivanna berjalan melalui June yang masih fokus menatap ponselnya, berniat memesan taxi online. "Makan dulu. Perut gue keroncongan."
"Nggak mau. Makan aja sana sendiri."
"Jangan nipisin kesabaran gue. Gue mau bales budi, lho!"
"Gue nggak mau lama-lama sama lo." June bersikap bodo amat, sebelum akhirnya mengaduh kesakitan karena dilempar sandal oleh Ivanna tepat mengenai kepalanya.
Dasar Kanigara si kutu kupret!
[PART 14 "OCEAN WAVES" SUDAH UPDATE, PEEPS. LET'S CHECK IT OUT!!]
Levidraa
Kayesha menaruh kembali bra-bra tersebut ke dalam lemari. "Gede juga dadanya. Pantes lo demen."
"KAYESHA KANIGARA!"
Kayesha langsung ngibrit keluar ketika June mulai bersumpah serapah.
Wah, wah. Amazing. Ternyata ada juga orang yang mau sama kakaknya yang galak itu.
Sementara June sendiri segera melangkah ke lemari, menatap isinya dan matanya menemukan hal-hal yang dimaksud Kayesha. Semua pakaian lengkap Ivanna memang tersimpan rapi di sana karena di-laundry bersamaan dengan pakaiannya waktu itu.
June bergidik ngeri. Hanya dengan barang-barang wanita itu bercampur di lemarinya, June jadi merasa Ivanna memang tinggal bersamanya.
[PART 13 "OCEAN WAVES" UDAH UPDATE YAA MY LOVE. LET'S CHECK IT OUT!!]
Levidraa
part 48 "All That We Left Unsaid" udah update yaa, peeps! Let's check it out...
Anyway gue nggak ngerti kenapa cerita-cerita gue kalo update, lately, nggak muncul notifnya. Jadi kalian bisa cek sendiri di ceritanya yaa dan scroll sampai part 48
Levidraa
Tangan cowok itu lalu mencengkram dagu Jerome yang tengah terpingsan duduk sementara tangan lainnya menengadah, menuggu Aksa memberikan satu botol yang tersusun di rak. Detik berikutnya, dia menghantamkan botol tersebut ke pelipis Jerome.
Aroma darah bercampur alkohol menyeruak seketika.
Rupanya, ini cara yang efektif untuk membangunkan si dungu.
"Welcome, Jerome," sapanya hangat, dengan senyum manis yang terukir sempurna, kontras dengan tatapan matanya yang sepahit kayu kina.
"Gavin..." Jerome lantas mengerang ketakutan. Sosok yang selama sebulan ke belakang dia perhatikan dari kejauhan dan sebatas melalui media kini berdiri tegap di depan wajahnya. "Gue minta maaf-gue bener-bener minta maaf."
Hi, Love! DIFFERENT EVANESCENT udah direpublish yaa. Let's check it out!!
theotikateorikata2
Halo Kak Levidraa, perkenalkan aku Tika AJ dari Penerbit Teori Kata, salam kenal
Aku sempat membaca beberapa bagian awal dari karya Kakak yang berjudul "All That We Left Unsaid", dan menurutku tulisan Kakak punya potensi yang menarik untuk diterbitkan dalam versi buku fisik/book version ✨
Karena itu, aku ingin bertanya, apakah Kakak tertarik untuk menerbitkan karya bersama Teori Kata?
Di Teori Kata, kami bukan hanya menerbitkan buku, tetapi juga menjadi partner kreatif bagi penulis dalam setiap prosesnya — mulai dari layout isi, desain cover, tata letak, hingga promosi buku
Kami menyediakan dua pilihan penerbitan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan Kakak:
1. Terbit GRATIS dengan royalti hingga 30%
2. Self-publish dengan royalti 100% sepenuhnya untuk Kakak
Kalau Kakak tertarik atau ingin tanya-tanya lebih dulu, boleh banget langsung balas chat ini yaa ♡
Atau bisa juga hubungi Tika melalui WhatsApp: +62 877-7669-0883
(boleh sekalian lampirkan screenshot penawaran ini supaya Tika lebih mudah mengenali ya ^^)
Kakak juga bisa melihat karya-karya penulis lain yang sudah terbit bersama kami di Instagram: @teorikatapublishing ✨
Tika berharap banget bisa bekerja sama dengan Kakak dan melihat karya Kakak hadir sebagai buku yang bisa dinikmati lebih banyak pembaca
Levidraa
Eva masih ingat bagaimana dia duduk gelisah di cafe sambil bertanya pelan pada mantannya itu, "Sean tuh... tipe orang yang bakal capek nggak sih kalo pasangannya terlalu insecure?"
Dan Pasha, dengan ekspresi yang nyaris kasihan, hanya tertawa kecil sebelum menjawab, "Dith, Sean dari dulu sukanya orang yang bikin dia pulang dengan tenang. Bukan yang trying to be ideal or even perfect."
Sekarang justru Eva sendiri yang membuat Sean menjauh. Dia... harus bagaimana agar dirinya nggak menyakiti Sean lagi?
Bahkan untuk menutupi fakta bahwa dia selalu merasa tertinggal dari Sean yang sudah tahu masa depannya akan seperti apa dan tinggal santai menikmati hidup, Eva sampai harus berbohong padanya.
[PART 47 "ALL THAT WE LEFT UNSAID" UDAH DIPUBLISH, PEEPS! LET'S CHECK IT OUT!!)
Levidraa
"Your family is insane," celetuk Eva sambil berjalan di samping Sean menyusuri koridor hotel yang lengang, kedua tangannya sibuk merapikan tali sling bag yang sedari tadi sudah entah berapa kali dia putar-putar.
Pria itu melirik sekilas, menangkap gelagat gugup yang berusaha dia sembunyikan. "Insane in a good way?"
"Sepupu lo literally nanya kenapa gue mau date elo di depan semua orang sambil tatap-tatapan kayak lagi interview kerja. Se, gue sampe hampir keselek air." Eva masih nggak nyangka di hubungannya dengan Sean yang masih seumur jagung, dia sudah dikenalkan ke keluarga besar sang bos yang Maha Agung tersebut.
Dia kan gugup setengah mati. Plus takut kelihatan kayak itik dekil di antara orang-orang tajir dengan parfum yang satu semprotannya bisa setara sama gaji bulanannya.
[PART 46 "ALL THAT WE LEFT UNSAID" SUDAH TERPUBLISH YAA WAHAI WARGA KECINTAANKU. LETS CHECK IT OUT!!]
irredvelvet
Hi Kak Levidra! Aku pembaca ceritanya Sean dan Eva dan suka banget sama alur serta karakter tokoh-tokohnya, fun dan engaging banget! Aku kebetulan kerja di tim penerbitan, dan lagi tertarik sama karya Kakak tersebut di Wattpad untuk kemungkinan kolaborasi/penawaran konten. Kalau Kak Levidra berkenan, boleh share contact atau social media yang bisa dihubungi? Terima kasih sebelumnya! :D
Levidraa
@irredvelvet Hi, love! Terimakasih banyak yaa udah suka sama cerita Sean-Eva. Boleh banget kita ngobrol di instagramku yaa (@) lvidraa <3
•
Reply
Levidraa
Eva mungkin karena merasa sedikit bersalah, atau mungkin memang spontan, melangkah mendekat dan menyenggol lengan Sean pelan. "Mau nge-date? Semalem kan, kita ada rencana. Lo udah nentuin tempat? Ayo kalo mau sekarang biar nggak kemaleman. Touch grass dikit lah, Bang. Sekali-sekali date beneran."
Sean berpikir sebentar. "Beach club Canggu?"
"Gue, kan, abis dari sana sama si trio. Bahkan Sari tadi nyusul juga."
"Oke..." Sean menyipitkan mata sambil berpikir. "Dinner di Seminyak?"
Eva meringis. "Jangan Seminyak. Kayaknya Berlin sama Glen ke sana deh, Bang. Gue liat mobil mereka pas pulang tadi."
Sean mendesah kecil. Dia sebenarnya nggak mempermasalahkan kalau date mereka di tempat yang sama dengan orang-orang kantor. Tapi Eva pasti nggak suka. Dia tipe yang merasa nggak etis saja kalau nge-date romantisan—apalagi sama bos—terus ketemu orang kantor.
PART 44 "ALL THAT WE LEFT UNSAID" UDAH UPDATE!! LET'S CHECK IT OUT PEEPS ^_^