Lianghua01

Aku ngebayangin, setiap kali pulang ke rumah. Ada yg nunggu dan di tunggu, saling bahu membahu. Tak perlu mengejar yg namanya kebahagiaan. Cukup saling menghormati, memahami dan menyayangi satu sama lain. Rasanya pasti ringan, menenangkan dan sangat nyaman. Seperti rumah yg aku bayangkan

Lianghua01

Aku ngebayangin, setiap kali pulang ke rumah. Ada yg nunggu dan di tunggu, saling bahu membahu. Tak perlu mengejar yg namanya kebahagiaan. Cukup saling menghormati, memahami dan menyayangi satu sama lain. Rasanya pasti ringan, menenangkan dan sangat nyaman. Seperti rumah yg aku bayangkan

Lianghua01

Aku tak mengerti kenapa aku lebih lambat dari orang lain dalam hal eksternal, maksudku semua orang di sekeliling ku sudah menemukan jalan mereka dan karier mereka. Tapi aku?, tak ada yang bisa di lihat dari hidupku. Dalam hal internal, aku lebih cepat dari siapapun. Namun apa gunanya itu?, baik dalam cinta atau karier tak ada yg berhasil. Orang lain setidaknya memiliki banyak uang, atau punya pasangan yg menghibur kesepian. Adapun aku, tak ada satupun. 

Lianghua01

Kapan giliran ku?, 

Lianghua01

@ SanaDana2  semoga aja, senyumku berseri" Kalau beneran. Kek akhirnya, sekalipun dunia luar katanya gak enak. Layak untuk di jelajahi, 
Reply

SanaDana2

@ Lianghua01  besok
Reply

Lianghua01

@ cntnt_juliana  gak bisa begitu, orang seusia gw udah mencapai banyak hal. Tapi yg gw lakuin setiap hari adalah jadi ikan asin, bolak balik di atas ranjang mulu
Reply

Lianghua01

Ketakutan ku saat terjadi kesurupan adalah aku takut setannya mengatakan hal-hal yang harusnya menjadi rahasia antara diri dan tuhan. Dari sekian banyak kasus kesurupan semua setan yang ngerusuh itu suka oversharing terus suka cepu, makanya aku ngejauh dan gak mau nonton orang kesurupan. Siapa tahu aku sial, terus di buka habis-habisan sama tuh setan. Image ku di pertaruhan!!. 

cengxin9

@ Lianghua01 bener banget lagi 
Reply

Lianghua01

Obsesi bukanlah cinta, namun cinta juga dapat melahirkan obsesi. Juga menumbuhkan sikap posesif, kecemburuan yang Bersumber pada hasrat kepemilikan. Sangat berbeda antara Obsesi karena cinta dan Obsesi karena perasaan yang ekstrem. Keduanya sama tapi sebenarnya sangat berbeda, Satunya pada dasarnya perasaan yang normal, satunya lagi perasaan yang menghancurkan. 
          Sayangnya, tak banyak yang membedakan keduanya dan menggeneralisasi obsesi sebagai perasaan menjijikkan dan menghancurkan.