Lianghua01

Jika kalian menyukaiku, katakan yang sebenarnya. Jangan bersembunyi di balik tameng pertemanan. Struktur ku dalam memulai hubungan tak sama seperti kebanyakan orang. 

Lianghua01

Mata menatap dalam pada langit, berharap itu akan sampai padamu, yang di dambakan. Desahan angin berbisik, membelai layaknya tangan lembut yang menenangkan. Tapi hati sudah lama bergejolak, seperti badai abadi. Suara gemuruh petir, memecahkan cakrawala. Itu suara jiwa, menjerit dalam kesunyian. Itu bukan sekedar rasa sakit, muak juga putus asa tapi juga rindu yang dalam. Cintaku, jalan sangat panjang. Akan kah aku bisa sampai pada mu? 

Lianghua01

Aku pengen bicara banyak hal, tapi rasanya gak pantes. Di sisi lain, aku gatel pengen bicara. Kayak, bisa gak sih jangan bertele-tele. Langsung aja gitu, gak usah banyak dramanya. 
          
          Udah sabar banget aku, ngadepin orang-orang yang pengen aku lepar pake tabung gas!. Random banget, perasaan aku doanya tuh pengen ketemu istriku bukan jodoh orang lain. 
          
          Kek gak ada kerjaan aja, ngurusin jodoh orang. Ini klau kagak di bantu, kasian. Anak manusia, udah gede tapi kagak ada titik terang hidup. 
          
          Tapi ya gitu, kelakuan tuh manusia random banget. Untung, hatiku seluas tanah sengketa. Selapang rezeki lucita luna, sesabar lina Mukerji. 

Lianghua01

Aku menolak dunia, tapi aku tak bisa menolakmu. Hatiku sudah lama sekali menjadi milikimu seutuhnya, perjalanan ini sangat panjang. Menemukanmu sesulit menemukan jarum dalam tumpukan jerami. Belum juga kita bertemu, kira berdua masih terombang-ambing di atas lautan kehidupan. 
          Satu yang aku yakini, kita selaras. Kecocokan adalah pondasi yang mengokohkan hubungan emosional yang sedemikian rapuh. 
          Kepahaman tentang satu sama lain, mengikat erat jiwa kita pada satu perasaan yang tak bisa di lepaskan. 
          Kita saling mengenali satu sama lain, bahkan dalam kekaburan takdir yang penuh ketidakpastian. 
          Cinta ini suci juga hutang yang di bayar dengan sejuta kehangatan. 

Lianghua01

Tahun ini aku gak punya waktu untuk nulis kayaknya, kondisi keluarga ku gak baik-baik aja. Aku gak bisa diam aja, jadi beban. Setidaknya aku bantu. Jadi Aku minta maaf dengan segenap hatiku, mungkin ceritaku bakal lanjut tahun depan. 
          
          Tapi doain aja, semoga semuanya membaik. Aku kembali nulis lagi. Tenang aja, aku gak bakal ninggalin anak-anakku yg manis. Untuk saat ini, aku belum bisa mastiin kapan aku bisa nulis lagi. 
          
          Aku sendiri pun gak bahagia, nulis adalah hidupku dan diriku sendiri. Tapi bertahan hidup adalah yang paling penting sekarang, jangan takut aku tinggalkan. Aku gak akan meninggalkan diri ku sendiri, Aku harap kalian gak juga meninggalkan ku (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵). 
          

Lianghua01

@ b3myg1rl7r13nd  iya kak, Terimakasih
Reply

b3myg1rl7r13nd

@ Lianghua01  ihhh yaampun, semoga kamu dapat melewati segala kesulitan ya, dilancarkan dan dipermudah dalam menjalaninya. Karya kmu bagus, kamu gigih dan selalu nyoba buat lakuin yang terbaik. Kamu pasti bisa ngelewatin masalah yang kmu alami sekarang. Kalau masalahnya udah selesai, dan kamu udh istirahat, aku bakal tunggu cerita dari buku buku kamu selanjutnya. Semoga kamu dapat menyelesaikan masalah kamu secepatnya . Tetap sehat dan semangat yeah, semuanya pasti nungguin kamu
Reply

Lianghua01

Waktu menenggelamkan banyak hal, arusnya yang deras menghanyutkan banyak hal baik juga buruk, mimpi juga harapan. Perahu kecil ku terombang-ambing di lautan waktu yang sunyi, ombak menghantam badan perahu tanpa belas kasih. Menciptakan lubang-lubang yang begitu banyak hingga tanpa terhitung jumlahnya, air laut merebes masuk. Rasa asin dan amis yang tak tertahankan memenuhi udara di dalam perahu, untungnya perahu kecil itu sangat kokoh. Kerangkanya bagaimana baja tahan karat, tak kenal takut oleh korosi asinnya air laut. Sebanyak hal-hal hilang, sebanyak itu pula yang tersisa.