Lianghua01

Pengen beli cemilan, tapi inget dompetku isinya hasil nyolong duit mamaku buat jajan ╥﹏╥

Lianghua01

Aku mau menjalin hubungan dengan seseorang, tapi sama siapa?. Btw Kemaren aku di tolak, ini yg bikin aku overthinking lagi. Apa aku di tolak karena oversharing, atau terlalu antusias atau karena aku terlalu banyak bicara ya?. 
          
          Ya, walau pun perasaan ku sekedar suka aja sih. Bukan cinta, hanya sekedar menyukai dan kagum. Dia punya suara yang bagus, kepribadian yg tenang dan tegas. Aku mengaguminya, sayang sekali kita cuma bertemu sekilas dan berhubungan sebentar sebelum menjadi asing lagi. 
          
          Keputusannya sudah tepat, aku cuma sedikit kecewa. Karena setelah sekian lama, akhirnya aku mampu lagi untuk menyukai seseorang. Bagiku yg sulit nerima seseorang, ini adalah kemajuan yg besar. 
          
          Aku gak tahu, apakah seseorang yg aku cari. Bertemu denganku tahun ini, aku harap tahun depan aku gak single lagi. Sendirian itu gak buruk, cuma seseorang punya kebutuhan emosional. Aku bukan orang yg bisa tahan tanpa cinta dan keintiman. 

Lianghua01

Aku tak tahu, apakah ada yang menyukaiku? 

Lianghua01

@ S_Altin  Terimakasih telah peduli padaku kakak, Luka ku telahlah sembuh. Traumaku pun membaik, tapi aku adalah manusia. Aku juga bisa takut, aku takut hal sama terjadi lagi. Ketakutan ku ini bagian yg gak bisa aku kendalikan, kecuali ada rasa aman yg menetralisir. Kyak aku takut dengan hantu, pas temanku cerita tentang hantu di suatu tempat. Pas aku ketempat itu, aku tanpa sadar keinget dan ngerasa takut. Ini normal, jangan di anggap ini suatu yg serius. Normal kok kita ngerasa gak nyaman di situasi yg mirip, yg penting aku bisa mengatasinya dengan baik!!. 
Contestar

S_Altin

@ Lianghua01  Terima kasih ya, senang kalau kata-kataku bisa berarti buatmu 
             
            Memang benar, kita tidak bisa mengontrol perasaan orang lain, bahkan perasaan kita sendiri pun kadang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya. Wajar sekali kalau setelah pernah diinjak-injak harga diri dan disakiti oleh orang yang seharusnya menjagamu, hatimu jadi terluka dan meninggalkan trauma yang terasa sampai sekarang. Tapi ingat satu hal penting, jangan sampai perasaan trauma yang disebabkan oleh orang lain itu menutup matamu dan membuatmu melihat semua orang sama. Kamu boleh lebih berhati-hati dan waspada, itu cara melindungi diri yang wajar. Tapi tetaplah coba memandang dari sisi yang lain juga. Tidak semua orang punya niat yang sama, dan masih ada yang benar-benar akan menghargaimu, menerima apa adanya, serta memperlakukanmu dengan penuh rasa hormat dan sayang.Sembuh itu butuh waktu, jalaninya pelan saja ya. Kamu sudah kuat sampai sejauh ini, pasti juga bisa melewatinya  tetap semangat dan maaf kalau kepanjangan 
Contestar

Lianghua01

@ S_Altin  Kakak, kata"mu bijaksana sekali. Aku gak perduli gimna temanku melihatku, aku cuma peduli gimana pasangan ku melihatku. Karena di situlah masalahnya, seseorang pernah menginjak-injak diriku. Jadi itu membekas dan membuatku trauma
Contestar

Lianghua01

Ini bukan cinta pada pertama, jantung ini tak berdebar-berdebar. Hati ini juga tak bergetar hebat, seperti cinta sebelumnya. Tak ada isyarat, juga tanda yang mudah di mengerti. 
          
          Perasaan ini sangat sederhana, terlalu sederhana untuk di anggap istimewa. Namun kesederhanaan ini, menyentuh bagian diri ini yang tak pernah terjamah. 
          
          Ini bukan cinta, sekedar rasa suka yang mudah di pahami. 
          
          Tak ada kesan pertama yang luar biasa, juga menyentuh hati. Semuanya sangat biasa, terlalu biasa hingga terabaikan. 
          
          Siapa yang tahu, ini malah membuat diri ini lengah. 
          
          Tak ada penolakan, juga perasaan tak nyaman. Yang di rasa hanyalah toleran yang tak dapat di jelaskan, dirimu bukanlah yang di dambakan. Bukan juga yang di inginkan. 
          
          Dirimu bukan yang pertama, bukan yang pertama yang di cintai, bukan juga yang pertama membuat diri ini berinisiatif melangkah. 
          
          Apapun tentang dirimu, bertentangan dengan diriku. Apapun diriku saat ini atau pun diriku di masa lalu, namun siapakah yang bisa menjawab kenapa hati ini penuh dengan harapan dan sangat antusias. 

Lianghua01

Aku mendambakan cinta, juga belum siap untuk jatuh cinta. Aku pikir waktuku sangat terbatas, aku kerja lebih 13 jam per-hari. Punya waktu libur terbatas, itu full untuk diriku sendiri dan duniaku. Di manakah tempat cinta itu?, tiap hari aku pergi pagi pulang dini hari. 
          
          Di sisi lain, hatiku yg udah lama kesepian mendambakan dan menginginkan cinta. Apa yg harus aku lakukan?.