xxfirrll

Ijin promosi yh
          
          Judul; Enemies But Love
          Author; firshellz
          Link; https://www.wattpad.com/story/268860788?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=library&wp_uname=firshellz&wp_originator=0MxJFUHKzBQfKlXK9%2FFU%2Bx56wd2ZssFUdtkY%2BhsIqdbQM%2BYt9qiOwdQMJ2Ifo0%2BmiKPzpiktKgwV6Wl2CKZ4txEJEYMWxHadWZDcdb8hvwirsxGiNza%2BNoINtJMuAPtm
          
          
          Desk
          Jovelyx Anjuryna Dermawangsa. Gadis seribu kebisaan. Dipertemukan oleh seorang lelaki yang tampan. Alvion Marzvel Gramantha
          
          Alvion, atau Alvin adalah anak dengan irit omongan dan anggota OSIS, lebih tepatnya Waketos. Velyx, anak yang begitu nakal. Namun nakalnya masih dalam batas yang wajar.
          
          Anak dengan kecantikan yang sempurna, tak tertandingi disekolahnya. Dan terkenal dibeberapa negara karena sang ibu yang berkerja diberbagai negara dan ayahnya yang juga lebih terkenal membuat Velyx ditakuti. 
          
          ayahnya, membuat Velyx menjadi anak yang keras kepala dan ibunya yang terlahir sebagai wanita cerewet dan penuh dengan gombalan saat masa muda membuat Velyx menjadi lebih dari ibunya. 
          
          Alvin, cowok dingin tak perduli dan orang kaya. Meski dirinya tak sekaya dan seterkenal seorang Jovelyx. 
          
          Ayahnya yang berkerja dalam bidang Bisnis dan menjadi pemilik sekolah SMA GARUDA PERTIWI. Dan ibunya yang menjadi seorang ibu rumah tangga, mengurus adik kecilnya dan keponakannya. 
          
          Hingga suatu saat, ayah Velyx menjodohkan Velyx dengan Alvin yang kebetulan satu sekolah. 
          
          Akan kan Velyx menolak karena Alvin adalah musuhnya? Atau ia harus menerimanya? 
          
          
          

reniar15

Saat lo berhadapan sama beruang kutub ....
          
          "Nih, gue nggak mau punya utang," kata Nazwa to the point sembari menyodorkan uang lima belas ribu rupiah kepada Deven. Degupan di dadanya semakin menggila, Nazwa gugup setengah mati.
          
          Cowok itu hanya melirik sekilas, lalu kembali mengobrol dengan salah satu temannya.
          
          Satu menit.
          
          Dua menit.
          
          Dua menit dua belas detik.
          
          Nazwa masih dianggap cicak-cicak di dinding oleh Deven. 
          
          DICUEKIN OY! Astaghfirallah, ingin sekali rasanya Nazwa berkata kasar.
          
          Kepoin ceritanya di
          https://my.w.tt/WBNhDwndRbb
          
          Sankyuuuu♡