Lily_7313

Dia sama sekali tidak mengenal peribahasa 'Tong kosong nyaring bunyinya', orang bodoh yang banyak bicara. Makin kosong isinya, makin berisik mulutnya.
          	
          	Sedikit spoiler untuk 'Petir Kedua Brother Elemental', semoga suka!

Lily_7313

Dia sama sekali tidak mengenal peribahasa 'Tong kosong nyaring bunyinya', orang bodoh yang banyak bicara. Makin kosong isinya, makin berisik mulutnya.
          
          Sedikit spoiler untuk 'Petir Kedua Brother Elemental', semoga suka!

Lily_7313

Mau nulis adegan di Planet Gur'latan, tapi nggak yakin pada suka. Gimana guys, pada mau nggak?
          
          {Dilemaku tuh gini, selalu gak yakin sama keputusanku. Aku pernah ambil keputusan itu tepat, tapi juga enggak. Terakhir aku ambil, itu malah berakibat hal yang paling mengecewakan selama hidupku.}
          
          Maaf ya, aku selalu tanya ke kalian. Masalahnya temen sekolahku nggak ada yang bisa diajak kerjasama, semua kayak abai terus ke aku.
          
          Abaikan hal itu. Jadi, kalian mau enggak? Ya trrus story-ku yang open request, ada yang mau request?
          
          

Lily_7313

Solar mode paling mengenaskan, loh gue kok malah ketawa?
          
          "S-Solar... lo gak apa-apa? Kok muka lo kayak orang abis kehilangan seluruh harta warisan?" tanya Taufan pelan, berjalan mendekati adiknya dengan ngeri.
          
          "Ini lebih parah dari kehilangan warisan, Kak Taufan!" tangis Solar bombay, air matanya mengalir deras membasahi kacamata visor kebanggaannya. 
          
          "Semalam... semalam gue hampir berhasil meretas database CCTV perbatasan kota buat nyari tempat yang paling banyak jadi destinasi Kak Hali! Sedikit lagi! Tapi tiba-tiba... BOOM! Sistem keamanan siber perbatasan itu malah balik menyerang IP komputer gue! Semua dataku hilang! Perangkatku mati total! Nggak bisa dihidupin lagi! Huhuuu!"
          
          Thorn memiringkan kepalanya bingung, melihat layar iPad Solar yang sudah gosong di bagian pelindung baterainya. "Wah... kok bisa sistem kota menyerang balik Solar? Bukannya Solar hacker paling hebat?"
          
          "Itu bukan serangan hacker biasa, Kak Thorn," cicit Solar sambil menyedot ingusnya dengan dramatis. "Ada proteksi sihir kuno yang mengunci sistem itu. Energinya... energinya mirip banget sama mana sihir Kak Hali yang kita lihat kemarin malam! Kak Hali sengaja menghancurkan teknologiku!"
          
          Blaze langsung menepuk pundak Solar dengan ekspresi prihatin yang dibuat-buat. "Yaelah Solar, tinggal beli lagi aja apa susahnya sih? Lo kan banyak uang dari hasil jualan ramuan lo."
          
          "Nggak bisa, Kak Blaze!" jerit Solar makin histeris. "Uang tabunganku nggak bakal cukup buat beli spek komputer dewa kayak gini dalam waktu dekat! Harganya mahal banget!"

Lily_7313

Spoiler mungkin bisa berubah. Antara alur, kejadian, dialog, atau segalanya
Reply

Lily_7313

Hai readers! Maaf ya, hari ini PKBE nggak update... draft-ku hilang. Salinannya di hp lain. Jadi aku minta maaf banget, aslinya targetku mau update minimal sehari sekali karena libur sekolah, tapi malah gagal. Sekali lagi maaf banget!
          
          Mungkin akan aku ganti update Kakak Yang Terlupakan di OHS. Maaf banget! Aku juga akan up di cerita lain sebagai tanda maaf.

Lily_7313

@ Lily_7313  eh lupa bulan kupa, hah hobian amat sih typo!
            
            Hmphh!
Reply

Lily_7313

@ Lily_7313  eh sorry sekali lagi. Kayaknya aku up yang PKBE terus yang OHS enggak deh, draft-nya belum lanjut. PKBE aku dapet salinan ceritanya dari ibuku, untungnya masih ada, kayaknya tadi kupa ku-save.
Reply

Lily_7313

Hai kalian! Aku pengen tanya, lebih suka yang fantasy atau kaya kehidupan biasa? Tapi tetap angst dong!
          
          Author lagi pengen bikin cerita baru tapi nggak tahu genre-nya apa, bisa kasih saran? 
          
          Kalian nggak pada request di one-shot halilintar series? Ayo dong request! Aku nungguin tiap hari.

Lily_7313

Spoiler for 'One-shot Halilintar Series'
          
          Judulnya 'Kakak Yang Terlupakan'
          
          "Lah gue punya kakak ya? Kok gur nggak kenal lo?" celetuk Taufan.
          "Bukan cuma lo Kak. Kita semua juga nggak kenal dia" ucap Solar. Matanya menatap tajam Halilintar penuh analisis.
          "Lo penyusup yang ngaku-ngaku diri lo kakak" ucap Ice.
          "Keluar lo. Rumah ini gak akan nerima lo!" usir mereka berenam. Tega sekali, mengusir kakak sendiri!
          Tanpa basa-basi, Blaze langsung mendorong Halilintar keluar dari mansion kemudian menutup pintu dengan keras.
          Brak!
          'Jadi... ini 'kakak diusir adik sendiri karena lupa' judulnya? Kalau mereka nggak inget gue juga nggak apa-apa kok! Kan emang salah gue' batin Halilintar miris. Dengan berat hati ia mrlangkahkan kaki jenjangnya, keluar dari halaman mansion. Di bawah guyuran air hujan, ia melangkah tidak tau arah. Tubuhnya di jalan basah kuyup, tapi pikirannya melayang ke kejadian pertempuran dengan Retak'ka dulu, tepat di detik ledakan yang ia yakini karena ulahnya.
          Dengan mengandalkan kaki tang terus ia paksakan untuk berjalan, Halilintar terus melaju tanpa tau arah, sama sekali tidak berniat untuk berhrnti sekedar berteduh. Ia membiarkan dirinya dibawa air hujan, karena hujan ini mewakili suasana hatinya yang tidak bisa ia simbolkan lewat raut wajah ataupun kata-kata.
          "Hali!" sayup-sayup suara terdengar, Halilintar tak terkecoh. Suara itu terus-terusan memanggil namanya, semakin lama, semakin dekat. Itu adalah sebuah bencana bagi Halilintar, ia tidak ingin orang lain melihat kondisinya.
          Halilintar mempercepat langkahnya, berharap seseorang yang memanggilnya mengira dirinya sedang terburu-buru atau tidak mendengar.
          "Hali!" namun, usaha Halilintar gagal. Suara itu semakin lama, semakin kencang. Orang itu sepertinya tidak akan menyerah sampai Halilintar berhenti dan berbalik.
          ***
          
          Gimana? Cocok kan sama judulnya? Jangan lupa kalau udah publish baca ya! Aku nanti bakalan lebih semangat updatenya!

Lily_7313

@ Lily_7313  yg ini part 1
Reply

Lily_7313

@ Lily_7313  kesana kemari sampaian membuat cliffhanger
Reply

Lily_7313

Pengen nanya, kalau masalah cliffhanger harus selalu gak? Soalnya aku sampai bingung bikin cliffhanger
Reply

Lily_7313

Spoiller for 'Petir Kedua Brother Elemental'
          
          "Dia bilang selama ini gue cuma dilatih jadi sulung yang baik. Si brengsek itu keterlaluan!" ucap Halilintar geram. Ia mengepalkan kedua tangannya erat-erat.
          ***
          "Gue mau nyari Kak Hali dulu. Males gue satu tempat sama si bajingan ini, kalian tetap di sini. Langit mendung, kalian nggak boleh basah, nanti sakit" kata Taufan sebelum pergi dengan kekuatan angin miliknya untuk mencari keberadaan sang kakak di seluruh penjuru Kota Aether.
          ***
          "Gue nggak akan menyerah, sampai Voltra ketemu"

Lily_7313

@ Lily_7313  hadeh ni yang salah jariku atau keyboardnya sih? Typo terus!
            
            Hmph!
Reply

Lily_7313

update jam 00.00 WIB, kalian mau pada baca nggak? Aku sih dah tidur... tapi siapa tau. Soalnya aku udah pernah begadang hehe...
            
            Pasa mau baca nggak? Yuk dikepoin!
Reply

Lily_7313

Hai readers, mau nanya nih! Gimana ya caranya biar punya banyak pembaca? Aku bingung deh, kalau promosi di wall siapa? Aku kan gak tau.
          
          Kepalaku terus-terusan mikirin ini, kok pada punya banyak reader ya? Gimana caranya? Bingung.
          
          Mau ku kasih spoiller PKBE gak? Aku udah ada draft-nya, ku kasih beberapa mau?
          
          Ku tunggu yaw!