Lith_officialyasien

Masih ada yg nunggu gk sih ini ಠ_ಠ

Watini763

@ Lith_officialyasien  masih lah(⁠눈⁠‸⁠눈⁠)
Reply

NazwaAlfira_123

@ Lith_officialyasien  saya
Reply

Istrisopan

.. Halo halo kamu! Suka bbb fanfiction genre nya angst? Pas banget nieh, aku ada buat book baru! (⁎˃ᴗ˂⁎)
          
          Jadi jika tak keberatan aku izin promosi di wall kamu yaw! Mau baca boleh, cuma vote boleh, atau cuma dibiarin di wall nya juga gpp! Jika merasa keberatan bisa dihapus! Terimakasih atas waktunya!.. o(〃^▽^〃)o
          
          https://www.wattpad.com/story/408549150?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Istrisopan

Naura_Lavendula

Haiii, maaf mengotori wallmu, izin promosi ya. Terimakasih
          
          
          "Aku masuk Islam bukan karena cinta di antara sesama kita, seperti apa yang kamu rasakan padaku," ujar sang gadis berdarah Belanda-Indonesia dengan mata bergetar menahan rasa. Tapi takdir telah menenun jalan yang tak disangka-jalan menuju cahaya, bukan sekadar karena getaran hati.
          
          Di perkampungan Sungai Ujung pada tahun 70-an, pertemuan antara [Name] van Hassel, seorang gadis remaja dari keluarga bangsawan campuran Belanda-Indonesia, dengan Gempa Alamsyah, pemuda terpandang yang taat dan bijak, menjadi titik mula dari pergolakan batin yang tak biasa. [Name], yang sejak kecil hidup dalam limpahan duniawi, justru merasa hampa dalam rohnya. Dan pada suatu siang di tepi sungai, saat seekor kucing mati menjadi saksi, keduanya dipertemukan oleh takdir yang sederhana tapi mendalam.
          
          Ia bukan jatuh cinta karena pujian atau perhatian-melainkan karena ketenangan Gempa yang mengakar dalam iman. Dan saat keraguan menggelayuti niatnya menjadi seorang muslimah, Gempa pun berkata lembut:
          
          "Tapi kamu butuh seorang kekasih untuk membimbing engkau ke surga, maka aku bersedia menjadi pembimbingmu. Kecintaanku."
          
          Sebuah kisah tentang keyakinan, pencarian makna, dan cinta yang tidak mendahului iman, namun tumbuh bersamanya-seperti bunga di tepi sungai yang mengalir perlahan, disiram hujan dari langit yang satu.
          
          https://www.wattpad.com/story/400391200?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Kogitsune_Mizuki