SPOILER :
Tanpa peringatan, Pak Dewangga melangkah cepat ke arahku. Sebelum aku sempat bereaksi, dia menarik tubuhku ke belakang tembok pantry, tepat di sudut tersembunyi. Tangannya menyentuh lenganku, lembut tetapi cukup kuat untuk menuntunku. Aku terkejut, tetapi terlalu bingung untuk melawan.
"Om," bisikku, mencoba tetap tenang meski jantungku berdegup kencang.
"Ssst," katanya sambil meletakkan satu jari di bibirku. "Diam dulu, El. Jangan bicara."
Saya baru saja menerbitkan " Panas dan penuh gairah! ❤️ " cerita saya" Too Hot To Handle ". https://www.wattpad.com/1526583342?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=LoVelly09