Sebenarnya, jika dibandingkan secara jujur, novel-novel fanfiction Naruto yang berasal dari luar negeri (di luar Tiongkok daratan) cenderung terasa terlalu abstrak dan absurd. Banyak di antaranya dipenuhi khayalan bebas penulis yang tidak memiliki rujukan kuat terhadap alur cerita, dunia, maupun logika naratif yang telah dibangun dalam kanon asli Naruto.
Fanfiction semacam ini sering kali hanya berangkat dari nama tokoh dan latar umum, lalu dikembangkan secara “cocoklogi”, mengikuti selera penulis semata, tanpa upaya serius untuk menautkan cerita tersebut dengan konteks asli manga maupun anime Naruto.
Berbeda dengan fanfiction berbahasa Mandarin dari Tiongkok daratan.