LyraTezuto

thanks info.a..
          	I'll try to read it if I can...

aayidan_

Excuse me, maaf mengganggu jika ada waktu mampir yuk ! Siapa tau suka:) Thank you! 
          
          Coba di baca dulu:)
          
          •
          
          Mata Mard perlahan kembali terbuka, napasnya masih tak teratur kerongkongannya terasa benar-benar kering. Seakan dirinya kini berada di gurun sahara, tapi sepertinya keadaan yang menghampirinya lebih berbahaya dengan gurun sahara.
          
          Dea berdiri di hadapannya, kemudian berjongkok menatap Mard yang kini sangat tak berdaya. "Ternyata alasannya memang seperti itu ya?" tanya Dea kemudian ia melambai-lambaikan buku milik Mard yang ada di tangannya di hadapan wajah Mard.
          
          Menelan ludahnya saja kini ia tak bisa, yang ada hanya rasa asin dari darah yang keluar dari bibirnya yang lebam karena bibirnya robek. "A–aku hanya i–ingin kau men–jadi pene–rus ku–hoeek!" Dea tersenyum getir saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Mard.
          
          "Lalu kenapa kau begitu brengsek? Membuat kehadiran ku seakan tak pernah di inginkan." Fio menanti jawaban dari mulut Mard yang kini terus mengeluarkan darah segar, seluruh tubuhnya telah memucat. 
          
          "Aku me–mang me–nginginkan mu, bu–kan E–ric." 
          
          BHUG! 
          
          "NGOMONG SEKALI LAGI BRENGSEK!"  Pemuda itu ternyata di sini, menatap nyalang Mard. Tangannya terulur meraih kerah Mard yang telah robek, memperlihatkan dada bidangnya yang memar karena tendangan Berthon.
          
          "JANGAN BILANG NYOKAP GUE MATI KARENA LO JUGA?!" Mard mengangguk pelan, mau berbohong kini juga tidak ada gunanya. Biarkan putra tak di inginkan itu mengetahuinya dari dirinya, dari pada dari Bella. 
          
          "LO EMANG BRENGSEK!" 
          
          
          •
          
          https://www.wattpad.com/story/251846710?utm_medium=link&utm_content=story_info&utm_source=android

Fiverin_

MY BELOVED ARYA (YAOI)
          https://my.w.tt/f6w0B5BTUT
          
          Keduanya bertolak belakang. Yang satu tinggi, yang satu pendek. Yang satu jago olahraga, yang satu tidak jago olahraga. Yang satu Playboy, yang satu keseringan jadi korban PHP. Yang satu cool, yang satu tengil. Yang satu tampan, yang satu cantik. Yang satu pencinta sosial, yang satu pencinta sains. Yang satu pemaksa, yang satu penurut. Yang satu MPK yang satu OSIS.
          
          Arya dan Egi adalah gambaran dari perbedaan itu. Dua kutub yang saling berlawanan, tinggal di satu ruangan kelas yang sama. 
          
          Berawal dari bola basket yang melayang kekepala yang lebih mungil, hingga menyisakan pertengkaran berujung perasaan.
          
          Lantas, bagaimana selanjutnya?