"Aku tau."
"Norman~! Tahukah kamu?"
"Menang atau tidak nya kita, itu tergantung pada sudut pandang yang kita bangun.. terhadap diri kita sendiri."
Mata merah itu berbinar dalam sekejap. Lebih cerah. Lebih Tajam. Tangan Lily menakup lembut kedua pipi Norman. Agar seluruh perhatian Norman tertuju pada Dirinya.
"Pemburu itu kalah jumlah dari kita."
"Otak. Gerakan. Strategi."
"Kita Buruannya."
"Tapi? Kita tidak boleh Polos seperti kawanan domba yang menunggu diselamatkan atau di Bunuh."
"Kita kawanan Serigala yang di ajarkan Hidup Diam Bagai Domba yang lemah."
"Tapi~?"
"Kita tidak ingin Mati di tangan Pemburu... Kan~?"
Senyuman lembut dan.. Bengkok terbentuk lebar di wajah Cantik jelita itu.
Sebuah Kepuasan tersendiri yang sangat.. menyimpang. Gelap.
"Sudah waktunya Kita Mengoyak Si pemburu itu.. kan?"
https://www.wattpad.com/story/412143577?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Uknowlily