ManisKecilku

Akhirnyaaa kelar semua TA gueee, bisa baca si oren dgn tenang again~

ManisKecilku

Suka bgt alurnya, niat sih buat bikin seluk beluk smpe ke sejarah dari latar tempatnya. Adventure, thriller, mystery, fantasy, romance, sastra, sejarah, horror dapet semuaa dan bisaa cukup ngenalin rutinitas dari seorang dosen (ini menarik :p). Translatenya juga baguss, enak dibaca. Big thanks buat authornya yg keren parah dan translatornya (shii) yang sangat niattt. 1/4 chap kira-kira selalu dikasih note sm authornya di akhir chap ttg update-an info yg kita dapet setelah baca (chara, glosarium, wilayah, biodata MC, etc.) Fan tentunya suka bgt sm MCnya~ kalem, tenang, pokerface dingin2 gitu, serius orgnya, dan tentunya OP xixix. Pokoknya aura farming dah dia.
          
          Cuman minusnya ni cerita tipe slow romance (subjektif ini ya dri gw sendiri, juga terkhusus buat yg pecinta romance), dan alur ceritanya berat (bgt) sih. Harus kuat baca karena tiap chap panjang, dan tergantung preferensi yg bacanya. Klo lu anggep menarik, bisa lah lu baca sampe bab 30an +/-, klo udh tertarik bgt lu bisa komit sampe bab 90 keatas (perkiraan aja). Agak sadis juga, udah bisa masuk gore kayanya. Jadi hati2 aja.
          
          Rate 9.5/10 !!! Ofkorss, apalagi MCnya seme jarang2 kan.. dan cerita ini masih ongoing :) 
          https://www.wattpad.com/story/390277224

Rafianjani13

Hello Kak, salam kenal. Izinkan aku untuk merekomendasikan cerita seru ya ...
          
          Wisuda. 
          
          Kata yang menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa bagi seluruh mahasiswa, karena mereka telah berhasil melalui lika-liku kehidupan kampus. Seharusnya momen tersebut menjadikan Aurum Andascara, mahasiswi berwajah cantik dan ber-ipk tinggi bahagia, akan tetapi ini sebaliknya, penuh kemuraman, kesedihan, serta tangan yang bermandikan darah. Walaupun begitu, ia kepalkan erat-erat, obsidionnya memandang lekat pemandangan sungai yang tak jauh dari hadapannya.
          
          "Maaf ... maafkan aku ..." katanya dengan gemetar. Tak ada orang yang menyahut, selain suara klakson dari lalu lalang kendaraan yang melintas. Semilir angin membelai halus rambut pirang yang acak-acakan. Bukan hanya itu, sang bayu tersebut menjadikan dirinya semakin sesak, malam yang sunyi, rembulan juga malu-malu untuk melihat sosok yang tengah mengalami depresi berat. 
          
          "Maaf ...." 
          
          Setelah itu, Aurum menaiki pembatas jalan, lalu terjun bebas ke bawah sana, sungai yang deras akan air jernihnya.
          
          Bug ...
          
          
          
           Https://www.wattpad.com/story/173217135