MaxEmum | Max Verse
MaxEmum adalah nama pena dari penulis fiksi spekulatif yang menjadikan kehancuran, ketakutan, dan krisis kemanusiaan sebagai ruang eksplorasi utama. Melalui semesta kreatif Max Verse, ia merangkai kisah-kisah yang tidak sekadar menakutkan, tetapi menguji batas moral, kesadaran, dan makna bertahan hidup itu sendiri.
Hingga saat ini, MaxEmum telah menulis tiga karya utama: dua novel bertema post-apocalypse dan satu cerita horor arwah. Ketiganya berangkat dari kegelisahan yang sama-bagaimana manusia bereaksi ketika tatanan runtuh, norma lenyap, dan rasa aman tidak lagi ada. Alih-alih menempatkan monster sebagai pusat cerita, MaxEmum lebih tertarik menguliti sisi gelap manusia: ketakutan, ego, rasa bersalah, dan pilihan-pilihan sunyi yang menentukan siapa yang tetap manusia, dan siapa yang berubah menjadi sesuatu yang lain.
Gaya penulisannya cenderung atmosferik, psikologis, dan sinematik, dengan fokus pada konflik batin serta ironi eksistensial. Dalam setiap karyanya, kehancuran bukanlah akhir, melainkan cermin-tempat pembaca dipaksa melihat ulang makna hidup, kemanusiaan, dan harga dari sebuah kelangsungan.
Bagi MaxEmum, cerita bukan tentang siapa yang selamat, melainkan tentang apa yang tersisa setelah segalanya hancur.
- Balikpapan
- JoinedMay 16, 2022
- website: www.instagram.com/rrr_eza/
Sign up to join the largest storytelling community
or
Update terbaru novel digital di Wattpad:• Particulate dan 3 AM: Antologi Teror Bawah SadarUpdate rutin tiap 2 minggu, setiap hari Rabu.• The Final SubjectUpdate mingguan setiap hari Sabtu.• Niat...View all Conversations
Stories by Max Verse
- 4 Published Stories
Niat Hati Mengajar Sejarah, Malah...
24
8
8
Niat Hati Mengajar Sejarah, Malah Disembah Jadi Dewa Mahendra di Belantara Borneo Kuno mengisahkan Reza Mahen...
The Final Subject
31
5
5
THE FINAL SUBJECT
Ketika wabah misterius menyapu kota dan mengubah manusia menjadi makhluk yang tak lagi tund...
3 AM: Antologi Teror Bawah Sadar
27
3
3
03.15 WITA. Bukan waktu yang tepat untuk terbangun, apalagi bagi seorang perantau yang tinggal sendirian di p...