Setelah sekian purnama, aku menjamah kembali rumah yang dulunya penuh luka. Halo, aku kembali. Aku kembali dengan membawa banyak kedamaian dan penerimaan. Aku sudah sembuh, meski terkadang masih kesakitan memeluk luka-luka yang baru.
Perlahan, segala tentangmu sudah mulai terkikis hingga hampir habis. Sejak kamu memutuskan memilih jalan lain, semesta menunjukkan banyak sekali jalan bahagia tanpa kamu. Dan seharusnya sudah saya sadari hal itu sejak lama.
-19'21
Aku mengerti karena aku mungkin pernah mengalaminya secara tak sengaja? Atau, mungkin---aku mengalami kesakitan yang amat dalam sehingga aku mengerti untuk bisa menyemangati dirimu hingga merasa lebih baik. Setidaknya, kamu lebih baik, mungkin? Ku rasa, hehe.
Kamu bisa tersenyum dengan cara apapun, Elya. Cobalah untuk tersenyum dan bangkit. Aku yakin, nanti akan ada seseorang yang setia memegang pundakmu ke mana pun kamu pergi.