Momen ketika mereka gagal akting untuk Ending PHS (sedikit spoiler):
Pisau itu melesat, membelah udara dengan suara tajam. Edwin tidak bergeming. Tangannya terangkat sepersekian detik sebelum bilah itu mencapai wajahnya, jari-jarinya menutup mantap di gagang pisau. Gerakannya ringan, nyaris malas, seolah yang barusan terjadi bukan percobaan serangan, melainkan refleks biasa.
Eria mendengus pelan, sudut bibirnya terangkat. “'Nonchalant catch' ah move,” komentarnya setengah mengejek.
Erah menutup mulut, bahunya bergetar menahan tawa. “Cok… serius dong,” katanya di sela napas tertahan. “Ini udah di ending cerita—”
Tawanya akhirnya pecah.