Yuanzhi dengan tangan yang gemetar, bukan karena takut, bukan.. melainkan karena penyakitnya yang membuat tubuhnya lumpuh perlahan, masih berusaha memakaiakan dasi untuk Shangjue.
tatapan Shangjue terlihat begitu sendu, bola mata nya penuh dengan rasa marah 'Kenapa semesta begitu tega dengan adiknya yang baru beranjak remaja', masa depan nya masihlah panjang, tidak seharusnya ia menderita seperti ini.
"Kak, Kakak ngga perlu menunda pernikahan cuma karena aku. Kakak juga berhak bahagia. hidup Kakak tidak perlu dihabiskan hanya untuk mengurusku"
Shangjue, Laki-laki yang terkenal dengan ketegasan nya, mandiri dan penuh wibawa ini, meluruhkan tubuhnya, bersimpun dilutut Yuanzhi yang berada di kursi roda. Menahan tangisan nya, ia tidak boleh menangis, tidak dihadapan Yuanzhi.