Lelebah

William dijual dan dipaksa berpura-pura menjadi wanita untuk menikahi seorang pria menggantikan Airina. Airina kira pria itu hanyalah Rentenir tua yang jelek, tapi kenyataannya pria itu adalah bos Mafia yang tampan.
          
          Bagaimana William bertahan dari pergolakan antara mempertahankan harga dirinya sebagai pria normal di tengah-tengah belaian Tuan Arsen dan bagaimana ketika Airina datang kembali mencoba merebut Tuan Arsen darinya?
          
          Penasaran? mampir yuk :)
          
          
          https://www.wattpad.com/story/396542133?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Lelebah

wandawara

Mampir yuk kak
          
          https://www.wattpad.com/story/392636942?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=alenaaaaslo
          
          Ada banyak cerita lain juga di karyakarsa aku
          
          https://karyakarsa.com/Strawberrycream/lyra-958012
          
          Emran berlutut di depannya, merenggangkan kedua kakinya perlahan, ia tahu tak ada yang bisa disembunyikan lagi.
          
          Jari Emran menyusup ke balik kain celana dalamnya, akhirnya menyentuh bagian yang sudah basah. Aruna tersentak. Kepalanya terlempar sedikit ke belakang, dan satu tangan refleks mencengkeram sisi meja. “Oh…aa-ahh…”
          
          Jari itu tidak hanya menyentuh. Ia mengusap. Perlahan, memutar, lalu menekan dengan irama yang belum pernah Aruna kenal sebelumnya. Ia bukan hanya merasa disentuh. Ia merasa dieksplor. Dibaca. Dibuka seperti buku yang baru pertama kali dibaca seseorang yang benar-benar ingin tahu isinya.
          -
          "Aku ingin menjilat semua bagian tubuhmu," katanya pelan.
          -
          Dan tanpa peringatan, Emran menghentak miliknya keras.
          
          Aruna menjerit kaget—keras, panjang—karena itu langsung menembus hingga ke dalam, tanpa transisi, tanpa pengantar. Satu dorongan brutal, dan dinding sempit di dalam tubuhnya langsung terasa penuh.
          
          “Ah—aaah—itu… itu—”
          
          https://karyakarsa.com/Strawberrycream/lyra-958012