Minimizedi

Hai guys, satu-satu aku akan mulai tamatin cerita yang terbengkalai di wall ku ya! let's go untuk saling support^^

Pen_Name7921

Ia tidak lagi muda, dan tak lagi lugu akan cara kerja dunia. Bertahun-tahun ia berusaha bertahan, menjaga kewarasan di tengah dunia yang terus menerus memberi penderitaan. Hingga suatu hari, tanpa peringatan, ia terlempar ke dunia lain, bukan sebagai korban, melainkan sebagai bidak kecil dalam permainan perang.
          
          
          Belum sempat ia menyesuaikan diri, sebuah kunci diletakkan di tangannya. Kunci yang menyimpan rahasia ibunda, luka masa lalu, sekaligus alasan di balik penderitaan yang selama ini ia pikul.
          
          
          Mereka bilang, "Tikus yang terpojok pun akan menggigit," Ia hanya ingin menghindar, tapi pada akhirnya, ia pun kembali melawan. Pertanyaannya: perlawanan itu benar… atau justru awal dari rintangan yang lebih besar?
          
          
          ★Silakan baca untuk pecinta historical romance dengan angst 
          
          
          » Untuk update akan agak lama karna aku mengusahakan sekali up langsung 5 bab untuk mengurangi adanya revisi di tengah cerita.
          
          
          https://www.wattpad.com/story/311599337?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=Pen_Name7921
          
          

Delishaaaaaaaa

Hallo izin promosi!! 
          
          Azalea adalah primadona kampus dan model yang sempurna. Namun, fokus lensanya hanya tertuju pada satu titik: Marven Vernan.
          Marven adalah anomali di fakultas kedokteran; cantik secara visual dengan fitur wajah lembut, namun memiliki sisi tegas yang hanya ditunjukkan pada orang terdekatnya. Persahabatan mereka sejak kecil adalah segalanya bagi Marven, tapi bagi Azalea, itu adalah sangkar emas.
          Di balik senyum porselennya, Azalea menyimpan obsesi gelap. Ia membenci siapa pun yang mendekati Marven. Ia adalah aktris yang lihai—menyembunyikan kecemburuan gila di balik tawa renyah sebagai "sahabat".
          Bagi Azalea, kehilangan Marven lebih mengerikan daripada kehancuran kariernya. Karena dalam diam, ia telah memutuskan: Marven hanya boleh melihat dirinya.
          
          " aku cinta ama kamu ven!. Aku gak peduli mau kamu nolak atau apapun itu!. "-Azalea
          
          "Itu bukan cinta Lea.. Itu obsesi"-Marven
          
          
          https://www.wattpad.com/story/407123510?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Delishaaaaaaaa